Sidoarjo, tagarjatim.id – Konflik kepala daerah dan wakilnya yang kini merebak di sejumlah daerah Jawa Timur dinilai berisiko menyeret birokrasi ke pusaran ketegangan politik.
Kepala BKN RI Prof Zudan Arif Fakrulloh pun mengingatkan ASN agar tetap berada di “orbit” tugasnya dan tidak bergeser satu inci pun dari visi-misi kepala daerah.
“Tidak ada pikiran yang lain,” tegas Prof Zudan saat ditemui usai menjadi narasumber kegiatan Peningkatan Kapasitas Kepala OPD di lingkungan Pemkab Sidoarjo, Senin (17/11/2025).
Ia menegaskan bahwa seluruh ASN di Indonesia harus bekerja mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang memuat visi dan misi kepala daerah, baik bupati maupun gubernur. Sinkronisasi itu, lanjutnya, akan bermuara pada pencapaian Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
Sebagai Kepala BKN, Prof Zudan menuturkan dirinya ditugaskan untuk menggerakkan 5,6 juta ASN agar bekerja selaras dengan agenda nasional tersebut.
“Itu diawali dari para bupati dan wali kota, fokus ke pencapaian visi dan misinya. Kemudian naik ke provinsi. Kalau dilakukan serentak, para ASN akan bisa berkinerja tinggi,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa secara karier, ASN akan berkembang apabila kembali berpegang pada tugas dan fungsi masing-masing.
“Jadi, fokus ke sana,” katanya.
Menanggapi persoalan perselisihan antara kepala daerah dan wakilnya yang terjadi di beberapa daerah, Prof Zudan menilai bahwa setiap unsur pemerintahan harus kembali pada kedudukan dan kewenangannya.
“Dalam Islam disebut maqom. Tugas, fungsi, dan peran masing-masing. Kalau dalam pepatah Melayu, ada petuah: ‘Tidak boleh lebih mancung pipi daripada hidung’,” ungkapnya.
Ia mencontohkan, sekretaris dinas tidak boleh melampaui kepala dinas, begitu pula sekretaris bagian tidak boleh melampaui kepala bagian. Semua harus berada pada posisi yang tepat.
Menurutnya, Undang-Undang Pemerintahan Daerah dan Undang-Undang ASN telah mengatur secara jelas pembagian tugas tersebut.
“Kita kembali ke situ,” pesannya.
Untuk menggambarkan pentingnya ketertiban fungsi, Prof Zudan menjelaskan analogi Tata Surya.
“Mengapa Tata Surya tidak pernah tabrakan? Karena matahari, bulan, Merkurius, Venus, Mars, Jupiter, Pluto selama jutaan tahun beredar di orbitnya masing-masing. Jadi, kita ASN dan para penyelenggara pemerintahan, tetaplah berada pada orbit masing-masing,” tuturnya.
Saat ditanya tentang posisi sekretaris daerah (sekda), Prof Zudan menyebut sekda berperan sebagai katalisator dan motor penggerak ASN.
“Sekretaris daerah adalah komandan para ASN. Tugas seorang sekda adalah mendorong para ASN untuk kembali pada pelaksanaan visi dan misi kepala daerah,” tegasnya. (*)




















