Kota Batu, tagarjatim.id – Suasana meriah acara musik underground di Plum Hotel Palereman, Kota Batu, berubah menjadi malam penuh kepanikan. Dua pemuda asal Malang menjadi korban pengeroyokan sekelompok orang, dan salah satunya menderita luka bacok cukup serius di pundak serta kepala. Peristiwa yang terjadi Minggu malam (16/11/2025) ini mengejutkan seluruh pengunjung dan langsung direspons cepat oleh aparat kepolisian.
Kapolres Batu AKBP Andi Yudha Pranata melalui Kapolsek Batu Kota AKP Muhammad Subhan, memastikan bahwa pihaknya mengusut kasus ini secara serius.
“Peristiwa ini menjadi atensi kami. Polres Batu bersama Polsek Batu Kota berkomitmen mengungkap dan menangkap para pelaku. Kami tidak akan membiarkan tindak kekerasan seperti ini terjadi di Kota Batu,” tegas AKP Subhan.
Berdasarkan pemeriksaan awal, rombongan band underground yang beranggotakan pelapor Achmad Nur Royyan, Irmanda Putra, One Regi Febriansyah, dan tiga rekannya tiba di lokasi sekitar pukul 19.00 WIB untuk tampil. Saat mereka naik panggung sekitar pukul 21.00 WIB, kericuhan tiba-tiba pecah. Irmanda, sang vokalis, diserang oleh sekitar sepuluh orang penonton tanpa sebab yang jelas. One Regi yang mencoba menghentikan aksi itu justru ikut menjadi sasaran. Pengeroyokan itu membuat jalannya acara terhenti dan pengunjung panik.
Ketika para korban mencoba keluar ruangan untuk menyelamatkan diri, keadaan semakin tak terkendali. Seorang pria tidak dikenal menyerang Irmanda menggunakan clurit. Ayunan benda tajam itu mengenai pundak dan kepala Irmanda hingga menyebabkan luka terbuka yang cukup berat. Melihat kondisi korban berlumuran darah, warga dan rekan-rekannya segera mengevakuasi Irmanda sebelum ambulans datang dan membawanya ke RS Hasta Brata Batu. Penanganan medis cepat disebut menyelamatkan nyawa korban.
Polsek Batu Kota telah melakukan olah TKP, memeriksa sejumlah saksi, mengamankan barang bukti, dan menerbitkan Visum Et Repertum (VER) untuk memperkuat penyidikan.
“Beberapa saksi sudah kami mintai keterangan. Kami mengimbau siapa pun yang mengetahui kejadian ini agar segera memberikan informasi. Para pelaku akan kami kejar sampai tertangkap,” ujar Kapolsek Subhan.
Ia menegaskan bahwa Polres Batu tidak memberikan toleransi terhadap aksi premanisme yang dapat mengancam keselamatan masyarakat. Melalui Kapolsek Batu Kota, Kapolres Batu juga meminta warga tetap tenang dan tidak terpancing spekulasi.
“Kami pastikan kasus ini ditangani serius. Mohon masyarakat tetap tenang dan percayakan proses penyelidikan sepenuhnya kepada kami,” imbuhnya.
Kasus ini menyita perhatian publik lantaran terjadi di dalam acara hiburan yang seharusnya berlangsung aman. Kepolisian menegaskan akan menuntaskan penyelidikan hingga seluruh pelaku berhasil diamankan, demi memastikan Kota Batu tetap menjadi wilayah yang aman bagi semua kalangan.(*)




















