Kota Malang, tagarjatim.id – Polresta Malang Kota menggelar Apel Pasukan Operasi Zebra Semeru 2025 di Halaman Apel Mapolresta Malang Kota, Jalan J.A. Soeprapto, Senin (17/11/2025). Kegiatan yang dipimpin Wakapolresta Malang Kota AKBP Oskar Syamsuddin, ini melibatkan 150 personel gabungan dari jajaran Polresta Malang Kota, TNI, Dishub, serta Satpol PP.
Melalui penyematan pita tanda operasi, Oskar menegaskan bahwa seluruh personel lintas instansi telah siap menjalankan tugas untuk menciptakan keamanan dan ketertiban lalu lintas di Kota Malang.
“Kehadiran lintas instansi ini sebagai cermin kuatnya sinergitas dalam upaya menciptakan tertib berlalu lintas di wilayah Kota Malang,” ujar Oskar.
Oskar juga menyampaikan instruksi Kapolda Jatim yang menekankan pentingnya profesionalitas dan pelayanan humanis kepada masyarakat. Menurutnya, peningkatan keselamatan tidak hanya bergantung pada penindakan, tetapi juga edukasi dan pendekatan yang persuasif.
Jawa Timur, sebagai provinsi dengan mobilitas kendaraan terbesar kedua setelah DKI Jakarta, kini mencatat 23 juta kendaraan bermotor pada 2025. Kondisi ini berbanding lurus dengan tingginya risiko kecelakaan. Data Ditlantas Polda Jatim menunjukkan ada 22.815 kasus kecelakaan sepanjang Januari hingga Oktober 2025, dengan 2.792 korban meninggal dunia.
“Tingginya volume kendaraan berbanding lurus dengan meningkatnya risiko pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas,” jelas Oskar.
Operasi Zebra Semeru 2025 mengedepankan langkah preemtif, preventif, dan humanis. Fokus utamanya adalah meningkatkan kepatuhan berlalu lintas, menekan angka kecelakaan, serta menyiapkan kondisi jalur yang aman menjelang Operasi Lilin 2025 dan libur akhir tahun.
Sebagai bentuk transparansi, Polresta Malang Kota memaksimalkan penggunaan teknologi penegakan hukum.
“Penggunaan ETLE dan bodycam ditekankan sebagai bentuk transparansi dalam penegakan hukum, dengan target 95 persen penindakan melalui ETLE dan hanya 5 persen secara manual oleh perwira,” tambahnya.
Dengan pelaksanaan operasi yang melibatkan kolaborasi berbagai unsur, Polresta Malang Kota berharap angka kecelakaan dapat ditekan. Lebih dari itu, operasi ini diharapkan membangun budaya tertib berlalu lintas yang berkelanjutan.
“Polresta Malang Kota berkomitmen mengedepankan pelayanan humanis, responsif, dan berorientasi pada keselamatan masyarakat di jalan raya,” tutup Oskar.(*)




















