Kota Malang, tagarjatim.id – Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI kembali menggelar festival budaya Wilwatikta Acarita 2025 pada 13–16 November 2025. Melalui kegiatan ini, BPK XI ingin membangkitkan kembali kecintaan generasi muda terhadap budaya Nusantara, terutama warisan Majapahit yang menjadi fokus utama tahun ini.
Berlangsung di Kota Malang yang dikenal sebagai pusat pendidikan, festival ini secara khusus menyasar pelajar dan mahasiswa sebagai kelompok yang dinilai berperan penting dalam keberlanjutan pelestarian budaya.
Kepala BPK XI, Endah Budi Heryani, mengatakan bahwa penyelenggara sengaja merancang kegiatan dengan pendekatan kreatif agar lebih mudah diterima oleh anak muda.
“Kegiatan ini dikemas semenarik mungkin, karena sasarannya adalah anak muda. Sehingga kami kaitkan dengan seniman yang banyak digemari anak-anak muda. Tetapi, kami juga sisipi dengan peninggalan Majapahit,” kata Endah, Minggu (16/11/2025).
Endah berharap Wilwatikta Acarita dapat menjadi ruang belajar dan refleksi bagi generasi muda tentang pentingnya memahami identitas budaya bangsa. Ia menilai arus budaya global yang begitu cepat kerap membuat budaya lokal tersisihkan.
“Kita semua tahu, perkembangan budaya dari luar sangat luar biasa. Jangan sampai, anak-anak muda lebih fokus ke budaya luar, dan justru tidak mengenal budaya lokal dan berangsur pudar,” ujarnya.
Sebagai bagian dari rangkaian festival, BPK XI juga menggelar lomba cerita panji yang diikuti puluhan sanggar seni dari berbagai daerah di Jawa Timur. Lomba ini menjadi ajang bagi peserta untuk mengembangkan kreativitas dalam mengangkat kisah Nusantara yang sarat nilai sejarah.
Wakil Bupati Malang, Lathifah Shohib, mengapresiasi keterlibatan generasi muda dalam festival budaya ini, yang menurutnya memberi harapan bagi masa depan pelestarian budaya Indonesia.
“Kegiatan ini untuk memperkenalkan sekaligus melestarikan budaya. Tadi sudah disampaikan partisipasi generasi muda sangat tinggi artinya mereka tertarik. Kita tidak boleh meninggalkan akar kehidupan budaya kita,” kata Lathifah.
Ia menambahkan, Malang sebagai kota dengan populasi mahasiswa yang besar memiliki potensi besar menjadi pusat penguatan budaya lokal.
“Kami berharap kegiatan seperti ini bisa dimanfaatkan oleh generasi muda untuk belajar tentang apa saja yang telah dilakukan para pendahulu dalam mewujudkan negara ini sebagai negara berbudaya dan cinta tanah air,” pungkas Lathifah.(*)




















