Ngawi, tagarjatim.com – Sejumlah warga Dusun Gemporapah, Desa Selopuro, Kecamatan Pitu, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, melakukan aksi protes unik dengan menanam belasan pohon pisang di tengah jalan pada Jumat (14/11/2025) siang.
Aksi ini dilakukan sebagai bentuk kekecewaan warga karena jalan alternatif penghubung Kabupaten Ngawi dan Kabupaten Blora di dusun mereka tidak kunjung diperbaiki hingga puluhan tahun.
Koordinator aksi, Agil Setyo Nugroho, mengungkapkan bahwa warga sengaja menanam pohon pisang di sepanjang jalan yang rusak. Menurutnya, warga berulang kali dijanjikan oleh kepala desa bahwa jalan akan diperbaiki pada Juli dan September lalu, namun hingga kini realisasinya tidak kelihatan.
“Namun, hingga saat ini, jalan rusak itu belum juga diperbaiki. Apalagi di musim penghujan, jalan menjadi becek dan terjadi genangan air di beberapa titik,” ungkap Agil.
Saat dikonfirmasi di kantornya, Kepala Desa Selopuro, Sunarno, membenarkan bahwa jalan sepanjang 750 meter itu rencananya akan diperbaiki melalui anggaran Provinsi Jawa Timur senilai Rp 2 miliar. Namun, realisasinya masih tertunda hingga November.
“Ia masih menunggu realisasi agar tidak terjadi dobel anggaran,” ujar Sunarno.
Dia menambahkan, apabila hingga akhir tahun 2025 tidak ada realisasi dari pihak provinsi, Pemerintah Desa akan menganggarkan perbaikan jalan di Dusun Gemporapah menggunakan Anggaran Dana Desa (ADD) sebesar Rp 600 juta.(*)




















