Sidoarjo, tagarjatim.id – Korps Brigade Mobil (Brimob) Polda Jawa Timur, memastikan telah mempersiapkan seluruh jajarannya untuk dapat terjun langsung ke lokasi bencana, khususnya bencana alam yang terjadi di seluruh pelosok Provinsi Jawa timur, Jumat (14/11/2025).
Kepala Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol) Nanang Avianto mengingatkan bahwa keberadaan Korps Brigade Mobil (Brimob) memiliki peran strategis dalam penanganan peristiwa bencana, khususnya di wilayah setempat.
“Brimob Polda Jatim juga memiliki peran strategis dalam penanggulangan bencana seperti banjir dan tanah longsor di sejumlah daerah,” kata Nanang dalam sambutannya di Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Brimob di Sidoarjo, Jawa Timur.
Nanang juga menambahkan, bahwa tantangan keamanan ke depan akan semakin kompleks, termasuk potensi gangguan keamanan pascapemilu, ancaman terorisme, serta tumbuhnya paham radikalisme yang memerlukan penanganan berkelanjutan yang presisi.
“Selain itu penting untuk para personel dalam menjaga integritas dan kedisiplinan, serta bijak dalam menggunakan media sosial, dan juga menjauhi tindakan arogan yang dapat mengurangi kepercayaan masyarakat,” kata Nanang.
Sementara itu, Komandan Satuan Brimob Polda Jatim, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Suryo Sudarmadi telah menyiapkan personel khusus berjumlah 30 orang dalam satu pleton di masing-masing 14 Batalyon Pelopor yang siap siaga dalam menanggulangi potensi bencana di seluruh wilayah Jawa Timur.
Tak hanya menyiapkan personel, Brimob Polda Jatim juga menyiapkan sejumlah tendan dapur umum, serta alat pengubah air kotor menjadi air bersih yang dapat langsung konsumsi, yang mana sewaktu-waktu dapat langsung digunakan di titik-titik bencana.
“Kami sudah menyiapkan beberapa tenda darurat, khususnya tenda untuk dapur umum serta alat sterilisasi air kotor menjadi air bersih siap konsumsi yang dapat setiap waktu digunakan di titik-titik bencana,” ujar Suryo.
Suryo menambahkan di Hari Ulang Tahun Sat Brimob yang ke 80 ini. Brimob bisa menjadi kesatuan yang semakin dicintai oleh seluruh lapisan masyarakat, semakin profesional dan juga semakin sedikit pelanggaran yang dilakukan oleh anggotanya.(*)






















