Jombang, tagarjatim.id – Memasuki awal musim penghujan, kasus penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, mulai ada peningkatan.
Ada 8 pasien mulai anak – anak hingga orang dewasa dirawat di RSUD Jombang, bahkan beberapa di antaranya harus dirawat di ruang ICU untuk proses pemantauan kesehatan lebih lanjut.
Direktur RSUD Jombang dr Pudji Umbaran menjelaskan kasus demam berdarah identik dengan kondisi cuaca. Saat hujan turun menyebabkan tumbuh suburnya nyamuk, sehingga efektif untuk menularkan demam berdarah.
Ia mengatakan, kasus yang ditangani oleh RSUD Jombang saat musim penghujan memang lebih banyak. Namun saat kemarau pun juga tetap ada kasus.
Hingga kini, masih terdapat delapan pasien yang dirawat. Dari jumlah itu, tiga dewasa dan lainnya anak-anak.
“Hari ini delapan kasus DBD, tiga dewasa dan lima anak yang tersebar di beberapa ruanagn. Tiga anak kondisi stabil dan dua anak di ICU, karena perlu penanganan yang intensif. Kondisinya masih bahaya, sehibgga perlu ada pengawasan,” jelasnya Rabu (12/11/2025).
Pihaknya juga sudah membaca terkait dengan kondisi cuaca saat ini, yang mulai turun hujan secara intensif. Bahkan, sampai akhir musim penghujan juga harus dibaca, sebab terkait dengan penyiapan sarana dan prasarana untuk perawatan pasien.
Beberapa fasilitas juga disiapkan terutama di bagian IGD. Pihak rumah sakit membuat persiapan untuk mengetahui sejak dini pasien terdeteksi demam berdarah, bahkan sudah hari yang keberapa.
“Kami harus ketahui untuk melakukan penanganan. Karena nanti antara datang di hari pertama dengan hari yang sudah terlewati ini sangat berbeda sekali. Di ruangan pun kami siapkan mulai dari cairannya, alat bantu nafas termasuk cairan khusus untuk peningkatan trombosit,” kata dia.
Pihaknya mengimbau masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan agar terhidar dari penyakit tersebut. Dengan hidup bersih, perkembangbiakan nyamuk penyebab penyakit ini bisa ditekan.
“Masyarakat sekarang ini sudah mengetahui penyebaran DBD maupun cara penularannya, sehingga mereka sudah mengantisipasi dengan cara 3 M (Menguras, Menutup, dan Mendaur ulang/Memanfaatkan barang bekas), plus olesan pepalen, olesan nyamuk maupun menabur bibit ikan untuk memakan jentik nyamuk Aedes supaya tidak menjadi faktor yang membahayakan,” pungkasnya. (*)




















