Kota Malang, tagarjatim.id – Inovasi alat kesehatan karya dosen Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK UB), Domy Brush Suction, berhasil meraih penghargaan internasional dalam ajang Global Innovation Management Institute (GIMI) Innovation Awards 2025 di Rio de Janeiro, Brasil.

Alat penghisap bedah yang dikembangkan oleh dr. Domy Pradana Putra, Sp.OT, dari Departemen Orthopaedi dan Traumatologi FK UB ini dinobatkan sebagai 2nd Winner kategori “Most Innovative Project – Private Sector.”

Upacara penghargaan yang digelar pada 7 November 2025 itu dihadiri para inovator, eksekutif, dan pembuat kebijakan dari lebih 30 negara.

Mendengar nama Indonesia dan Universitas Brawijaya disebut di atas panggung Rio de Janeiro adalah momen yang tidak terlupakan,” ujar dr. Domy, Minggu (9/11/2025).

Menurut dr. Domy, penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa inovasi yang berdampak besar tidak selalu berawal dari teknologi kompleks, tetapi dari empati dan keinginan untuk menyelesaikan masalah nyata di ruang operasi.

Dalam ajang GIMI Awards, Domy Brush Suction dinilai unggul karena desainnya yang sederhana namun efektif, nilai klinis tinggi, dan dampaknya terhadap efisiensi pelayanan kesehatan. Alat ini terbukti mampu mengurangi waktu operasi, meningkatkan keamanan, serta mempercepat alur kerja di ruang bedah.

“Keberhasilan ini bukan milik saya semata, tetapi milik para pembimbing, rekan, dan mahasiswa yang percaya bahwa inovasi adalah bagian dari penyembuhan,” tambahnya.

Dr. Domy juga menegaskan capaian ini tidak lepas dari dukungan Universitas Brawijaya dan RSUD Dr. Saiful Anwar Malang, yang mendorong budaya inovasi di kalangan klinisi dan peneliti.

Dia menjelaskan gagasan Domy Brush Suction berawal dari pengalaman dr. Domy saat melakukan tindakan debridement luka di ruang operasi RSUD Dr. Saiful Anwar Malang. Saat itu, ia kerap menghadapi sumbatan pada selang penghisap (suction) yang dapat menambah waktu operasi hingga 10 menit.

Kondisi tersebut mendorongnya merancang sistem penghisap baru yang lebih efisien. Hasilnya adalah ujung penghisap multi-lumen fleksibel dengan enam selang kecil dan dua lubang pada tiap selang yang mampu mencegah sumbatan.

Desain ujung yang lembut juga meminimalkan risiko trauma jaringan, sementara thumb valve control memungkinkan pengaturan tekanan hisap yang presisi.

Setelah melalui proses uji dan perizinan, alat ini memperoleh Nomor Izin Edar Kemenkes RI (AKD 20903322582) dan kini diproduksi massal oleh PT Jayamas Medica Industri (Onemed). Produk tersebut resmi diluncurkan secara nasional pada Medical Device Ecosystem Day (MADE Day) Januari 2024, dan telah terdaftar di e-Katalog LKPP untuk mendukung pengadaan rumah sakit di seluruh Indonesia.

Sementara itu Global Innovation mmannagement Institute (GIMI) lembaga berbasis di Amerika Serikat, memberikan penghargaan kepada individu dan organisasi yang menunjukkan keunggulan dalam kepemimpinan serta implementasi inovasi yang berdampak nyata dan selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) PBB.

Melalui penghargaan ini, Universitas Brawijaya menegaskan posisinya sebagai salah satu pelopor riset medis translasional di Indonesia, yang menjembatani praktik klinik dan teknologi biomedis untuk peningkatan mutu layanan pasien.(*)

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H