Jember, tagarjatim.id – Wine coffee selama ini dikenal sebagai salah satu varian produk olahan atau sajian kopi dengan harga yang relatif mahal. Terdorong niat untuk meningkatkan nilai ekonomi bagi para petani kopi di desa, lima mahasiswa Universitas Jember (UNEJ) berhasil menciptakan inovasi alat fermentor kopi cerdas yang mampu meningkatkan mutu serta konsistensi hasil olahan wine coffee.

Ide pembuatan alat tersebut didasarkan realita tantangan yang dihadapi para petani kopi yang ada di Sentra Kopi Ketakasi, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember. Alat ini hadir sebagai solusi atas ketidakkonsistenan kualitas kopi akibat proses fermentasi tradisional yang masih dilakukan secara manual.

Selama ini, petani di Sentra Ketakasi masih menggunakan metode fermentasi sederhana dengan wadah tertutup berupa tong plastik tanpa pengaturan suhu dan kelembapan. Kondisi tersebut membuat lingkungan fermentasi tidak stabil sehingga aroma dan cita rasa kopi sering kali berbeda pada setiap proses produksi.

Berdasarkan kondisi tersebut, lima mahasiswa UNEJ yang tergabung dalam tim Fermicopi melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) berinisiatif mengembangkan teknologi fermentor modern. Tim ini diketuai oleh Bela Indri Ayunita dari Program Studi Proteksi Tanaman, dengan anggota Mohammad Novan Efendi, Sheinka Amalia Gisna, Ezra Immanuel Nugroho, dan Zainur Zakaria.

“Fermentasi merupakan tahap penting yang menentukan kualitas wine coffee. Karena selama ini prosesnya masih tradisional, hasilnya sering tidak konsisten. Kami ingin menghadirkan fermentor yang bisa mengatur suhu, kelembapan, dan waktu fermentasi secara otomatis,” ujar Bela saat ditemui di Laboratorium Fakultas Pertanian UNEJ, Kamis (16/10/2025).

Fermentor kopi cerdas tersebut dilengkapi sensor suhu dan kelembapan yang terhubung dengan sistem kendali berbasis mikrokontroler. Teknologi ini memungkinkan pengguna menyesuaikan parameter fermentasi sesuai kebutuhan, sekaligus menjaga kondisi lingkungan agar tetap stabil selama proses berlangsung.

Selain itu, alat ini juga dibekali fitur pemantauan digital. Melalui aplikasi sederhana, pengguna dapat memantau perkembangan fermentasi secara real-time. Fitur ini diharapkan membantu para pelaku usaha di Ketakasi mempertahankan standar mutu produk agar mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.

“Kami tidak hanya ingin membuat alat yang modern, tapi juga mudah dioperasikan oleh petani. Desainnya kami sesuaikan dengan kondisi lapangan agar bahan-bahannya mudah didapat dan perawatannya sederhana,” jelas Mohammad Novan Efendi, anggota tim Fermicopi.

Uji coba lapangan dilakukan bersama mitra di Sentra Kopi Ketakasi. Hasil awal menunjukkan fermentor cerdas mampu menjaga kestabilan suhu dan kelembapan, sehingga menghasilkan wine coffee dengan cita rasa lebih kuat, seimbang, dan konsisten dibandingkan metode konvensional.

“Perbedaannya terasa jelas. Rasa kopi jadi lebih stabil, dan aroma khas wine coffee-nya lebih menonjol,” ungkap salah satu pelaku usaha kopi di Ketakasi.

Inovasi ini merupakan bagian dari Program Kreativitas Mahasiswa bidang Penerapan Iptek (PKM-PI) yang difasilitasi oleh Kemendikbudristek dan Universitas Jember. Melalui program ini, mahasiswa didorong untuk mengembangkan potensi akademik sekaligus memberikan solusi nyata bagi masyarakat, khususnya di sektor pertanian dan agroindustri.

“Kami bangga dengan karya mahasiswa ini. Inovasi mereka membuktikan bahwa kolaborasi antara kampus dan pelaku usaha bisa menghasilkan solusi konkret yang bermanfaat langsung bagi masyarakat,” kata Ankardiansyah Pandu Pradana, dosen pembimbing tim Fermicopi.

Dengan hadirnya fermentor kopi cerdas buatan mahasiswa UNEJ ini, diharapkan proses pascapanen kopi di Sentra Ketakasi menjadi lebih efisien dan berkelanjutan. Inovasi tersebut juga membuka jalan bagi modernisasi industri kopi lokal Jember sekaligus memperkuat posisi daerah ini sebagai salah satu sentra kopi unggulan di Indonesia. (*)

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H