Penulis : Dixs Fibrian

Malang, tagarjatim.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, Jawa Timur, memeriksa kesehatan sopir bus serta keneknya di masa angkutan Lebaran 2024 di Terminal Tipe A Arjosari, Malang. Puluhan sopir bus ternyata mengalami hipertensi.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang Husnul Muarif mengungkapkan ada kurang lebih 118 orang sopir bus antarkota dalam provinsi (AKDP) dan antarkota antarprovinsi (AKAP) yang diperiksa kesehatannya oleh tim medis.

Mereka diperiksa tensi darahnya, gula darah, hingga tes urine. Hal itu dilakukan sebagai upaya memastikan kondisi kesehatan para sopir dan kenek bus.

Pihaknya tidak ingin karena masalah kesehatan, saat mengemudi terjadi masalah. Sebab, secara langsung hal itu juga berimbas kepada penumpang saat bus sedang melaju. Bahkan bisa melukai pengguna jalan lainnya.

“Dari 118 sopir bus yang diperiksa, 32 yang mengalami hipertensi, 15 gula darahnya di atas normal. Kami lakukan edukasi ke mereka dan diberi obat,” jelasnya Kamis (4/4/2024).

Ia menambahkan, pihaknya juga memberikan saran kepada pengemudi terutama yang bertugas membawa bus dengan trayek jarak jauh agar ada sopir cadangan. Hal itu dilakukan guna menghindari kelelahan yang ekstrem pada sopir, sehingga bisa istirahat.

“Kami sampaikan rekomendasi juga ke PO (perusahaan otobus) atau sopirnya yang jarak jauh, paling tidak ada sopir cadangan sehingga kelelahan dihindari,” ungkapnya.

Sementara itu, Yulianto, salah seorang sopir bus angkutan antarkota dalam provinsi (AKDP) mengaku senang dengan pemeriksaan ini. Menurut ia, kesehatan adalah yang diutamakan saat bekerja.

“Tadi cek gula darah, tensi naik atau turun. Itu yang utama. Tadi juga tes urine, memastikan kita tidak pakai narkoba, minuman keras,” ujarnya.

Ia mengakui masa angkutan Lebaran 2024 ini, jumlah penumpang sudah mulai banyak, sehingga pemeriksaan kesehatan sangat diperlukan. Namun, ia berharap ke depan bukan hanya menjelang Lebaran saja, tapi bisa rutin tiga bulan sekali.

“Kami para sopir senang sebab bisa kontrol kesehatan kru bus. Kegiatan ini setahun sekali, kalua bisa tiga bulan sekali jadi enak untuk sopir, kenek diperiksa kesehatannya,” harap dia.

Dalam kesempatan itu, selain pemeriksaan kesehatan juga dilakukan tes penglihatan demi keamanan dan keselamatan berkendara. Petugas juga memberikan vitamin untuk sopir dan kenek bus. (*)

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H