Penulis : Didik Fibrianto
Malang, Beritasatu.com – Seorang anak selebgram sekaligus pengusaha asal Malang, Jawa Timur, luka-luka setelah dianiaya oleh suster yang merawatnya. Kini, kasus ini sudah ditangani polisi dan suster bersangkutan ditangkap.
Reinukky Abidharma, ayah dari balita itu mengaku dirinya mendapatkan pesan singkat WhatsApp dari suster yang menjaga anaknya memberitahukan jika anakya jatuh dari kamar mandi. Suster tersebut juga menceritakan jika tubuh anaknya benjol. Ia dan istri Aghnia Punjabi saat itu masih perjalanan pulang dari mengurus pekerjaan di Jakarta langsung pulang ke rumah di kawasan Perumahan Permata Jingga Kota Malang. Diketahui Aghnia Punjabi adalah selebgram.
Setelah sampai rumah, ia merasa luka yang diderita anaknya tidak masuk akal. Di bagian mata kanan bengkak besar, ada bekas cakaran di pelipis, telinga berdarah.
Merasa curiga, dirinya kemudian mengecek CCTV yang ada di kamar anaknya, dan ternyata suster yang menjaga anaknya justru menganiaya. Dalam rekaman itu, suster itu memukul anaknya, menjambak dan berbagai penganiyaan lainnya. Parahnya lagi kejadian itu pada Rabu (27/3/2024) sekitar jam 04.00 WIB dan baru dilaporkan Jumat (30/3/2024) pagi. Ia tidak terima dengan kejadian itu dan langsung melapor ke Mapolresta Malang Kota.
“Saya cek kejadian ini pada Rabu jam 04.00 WIB. Di situ (CCTV) suster ini naik ke badan anak saya, terus kepalanya dijambak, dipukul pakai buku, tangan,” katanya kepada wartawan, Jumat.
Ia mengaku awalnya tidak curiga dengan suster yang merawat anaknya. Dirinya mengambil suster yang bernama Indah (27), asal Bojonegoro itu dari PT terkenal. Wajah dari suster itu juga polos, bahkan tidak ada wajah yang menunjukkan ciri-ciri jahat.
Menurut dia, suster tersebut sudah bekerja selama 11 bulan. Awalnya baik-baik saja, namun satu bulan terakhir anaknya tidak mau tidur dengan suster. “Anak saya ketakutan, tidak mau tidur sama susternya. Satu bulan terakhir saya curiga karena di paha anak saya banyak cubitan, katanya digigit adiknya, ternyata baru tahu ini sekarang. Awalnya dia juga tidak mengaku, tapi saya lihatkan CCTV,” ungkapnya.
Ia menambahkan, di rumah sebenarnya ada banyak yang bekerja. Dua anaknya masing-masing punya suster perawat, kemudian ada yang bagian masak dan beberapa pekerjaan lainnya.
Selama ini, ruang anak di lantai tiga. Dirinya sempat menegur suster karena sering mengunci pintu saat anaknya sedang tidur.
Ia berharap kasus ini diproses dan pelaku mendapatkan hukuman setimpal. (*)




















