Kota Batu, tagarjatim.id – Hujan deras yang mengguyur Kota Batu selama beberapa hari terakhir memicu tanah ambles di Jalan Diponegoro Gang VI, RT 04 RW 01, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, pada Senin (22/9/2025) dini hari.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 02.00 WIB itu mengakibatkan kerusakan pada struktur penahan tanah (plengsengan teknis) sepanjang 12 meter dengan tinggi 2 meter. Material longsoran menutupi sebagian bahu jalan yang menjadi akses penting bagi masyarakat.
Laporan resmi baru diterima Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu pukul 07.08 WIB. Titik kejadian berada pada koordinat S -7.82412°, E 112.53059°.
Menurut analisis BPBD, tingginya intensitas hujan menyebabkan tanah di lokasi tersebut jenuh air dan menjadi labil, sehingga memicu keruntuhan pada plengsengan.
Gangguan akses jalan ini langsung berdampak pada kelancaran aktivitas warga. “Kalau jalan ini tidak segera dibersihkan dan diperbaiki, kami kesulitan lewat. Jalur ini biasanya dipakai warga untuk pergi ke kebun maupun ke pasar,” ungkap Sukardi (47), salah seorang warga.
Menanggapi kejadian ini, upaya penanganan darurat segera dilakukan. Tim BPBD Kota Batu berkoordinasi dengan perangkat Desa Tulungrejo dan warga yang secara gotong royong melakukan pembersihan material longsoran secara manual.
“Sementara kami bersihkan seadanya dulu. Tapi plengsengan ini harus segera diperbaiki karena khawatir kalau hujan deras lagi bisa tambah parah,” kata Sulastri (39), warga yang turut dalam kerja bakti.
Kepala BPBD Kota Batu, Suwoko, menegaskan bahwa timnya telah melakukan kajian cepat dan berkoordinasi dengan dinas terkait. “Rekomendasi kami, perlu segera ada perbaikan plengsengan teknis agar tidak terjadi longsor susulan. Apalagi musim hujan diperkirakan masih berlangsung dalam beberapa minggu ke depan,” ujarnya.
Penanganan insiden ini melibatkan sinergi multipihak, termasuk BPBD Kota Batu, Pemerintah Desa Tulungrejo, Agen Informasi Bencana Provinsi Jawa Timur, serta partisipasi aktif warga. Kolaborasi ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan dan memperkuat kesiapsiagaan bencana di wilayah tersebut.(*)




















