Kota Malang, Tagarjatim.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang meresmikan Stasiun Pengisian Air Minum (SPAM) di Pasar Klojen, Minggu (21/9/2025). Fasilitas ini dihadirkan untuk mempermudah akses air minum higienis sekaligus menjadi salah satu unit usaha di 57 Koperasi Merah Putih yang tersebar di Kota Malang.
SPAM ini menggabungkan pasokan air dari Perumda Tugu Tirta dengan teknologi filtrasi dan ozonisasi. Dengan sistem tersebut, kualitas air dijamin tetap higienis dan layak konsumsi. Menariknya, layanan ini beroperasi selama 24 jam penuh secara swalayan.
Masyarakat cukup membayar Rp5.000 untuk satu galon berkapasitas 18 liter, jauh lebih murah dibanding harga pasaran yang bisa mencapai hampir Rp20.000 per galon.
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menegaskan, pembangunan fasilitas ini sama sekali tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Proyek ini sepenuhnya hasil kolaborasi antara Pemkot Malang melalui Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag), Perumda Tugu Tirta, serta pihak swasta.
“Tidak ada biaya dari APBD sama sekali. Jadi air minum bisa dikonsumsi dengan baik oleh masyarakat. Alat ini juga memudahkan kita untuk mendapatkan air dengan kualitas tetap baik, tersedia 24 jam,” jelas Wahyu.
Kepala Diskopindag Kota Malang, Eko Sri Yuliadi, menambahkan fasilitas serupa direncanakan hadir di 26 pasar lain di Kota Malang. Setiap unit mampu melayani hingga 100 galon air per hari.
“Nanti akan kita arahkan juga untuk unit usaha Koperasi Merah Putih. Ada sekitar 57 koperasi yang akan disiapkan mesin pengisian air minum seperti di Pasar Klojen ini,” terang Eko.
SPAM Pasar Klojen juga dilengkapi sistem digital berbasis e-money. Warga bisa mengisi ulang saldo melalui situs resmi atau petugas pasar. Selain itu, pembayaran tunai dengan koin Rp1.000 atau Rp500 tetap didukung.
Dengan adanya SPAM ini, Pemkot Malang optimistis akses air minum masyarakat semakin mudah, murah, sekaligus higienis.(*)




















