Kota Malang, tagarjatim.Id– Polresta Malang Kota terus memperkuat strategi pencegahan gangguan kamtibmas dengan memaksimalkan peran Polisi RW sebagai ujung tombak pengamanan berbasis lingkungan.

Langkah ini diambil setelah muncul berbagai potensi kerawanan, termasuk penyebaran isu provokatif dan informasi tidak jelas yang berpotensi memecah belah masyarakat.

Kasi Humas Polresta Malang Kota, Ipda Yudi Risdiyanto, menegaskan bahwa Polisi RW secara intens turun langsung ke pemukiman untuk memberikan pembinaan dan pendampingan kepada warga.

“Polisi RW sebagai mitra masyarakat menjaga lingkungan. Selain membangun komunikasi, juga memberi pemahaman tentang potensi gangguan kamtibmas serta mengajak warga lebih peka pada kondisi sekitar,” ujarnya, Selasa (16/9/2025).

Kota Malang saat ini memiliki 557 RW dari 57 kelurahan di lima kecamatan, yakni Blimbing, Lowokwaru, Klojen, Sukun, dan Kedungkandang. Untuk mendukung pengamanan di tingkat lingkungan, Polresta Malang Kota mengerahkan sekitar 614 personel gabungan Polisi RW dan Bhabinkamtibmas.

Dengan pola ini, masyarakat diharapkan tidak mudah terpengaruh isu atau kabar yang tidak jelas sumbernya. Warga juga diminta segera melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan atau provokasi.

“Laporan bisa disampaikan ke Polisi RW, Bhabinkamtibmas, layanan cepat 110, atau Jogo Malang Presisi via WhatsApp di 0811-3780-2000. Semua bisa diakses dengan mudah dari genggaman tangan,” jelas Yudi.

Setiap laporan yang masuk akan ditindaklanjuti dengan cepat. Polisi RW meneruskan informasi ke Bhabinkamtibmas di tingkat kelurahan agar penanganan lebih efektif dan terarah.

“Dengan pola komunikasi yang baik, setiap persoalan bisa segera direspons sehingga potensi gangguan tidak berkembang lebih besar,” tambahnya.

Selain memperkuat peran Polisi RW, Polresta Malang Kota bersama Forkopimda juga rutin menggelar patroli skala besar, baik siang maupun malam. Patroli Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) juga dilakukan sebagai antisipasi kerawanan, termasuk pasca aksi demonstrasi akhir Agustus lalu.

“Harapannya, warga ikut aktif menjaga lingkungannya dengan mengaktifkan kembali siskamling. Dengan adanya Polisi RW, masyarakat akan lebih terbiasa melapor jika menemukan potensi gangguan keamanan,” tutur Yudi.

Polresta Malang Kota optimistis, soliditas antara polisi dan masyarakat mampu mempersempit ruang gerak kriminalitas, provokasi, hingga penyebaran informasi palsu.

“Dengan komunikasi dan sinergi yang terjalin baik, Kota Malang akan tetap aman, damai, dan kondusif,” pungkasnya.(*)

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H