Kabupaten Sidoarjo, tagarjatim.id – Arus lalu lintas di jalur utama Krian–Surabaya dipastikan bakal lebih padat dalam beberapa pekan ke depan. Pasalnya, proyek pelebaran jembatan di kawasan setelah flyover Trosobo resmi dimulai hari ini, Selasa (09/09/2025).

Proyek yang sudah lama ditunggu ini akhirnya memasuki tahap pelaksanaan dengan target rampung pada 28 November 2025 mendatang.

Jembatan yang sebelumnya hanya memiliki lebar dua meter itu akan diperluas hingga enam meter. Harapannya, kemacetan yang kerap mengular panjang di kawasan ini, terutama saat jam sibuk pagi dan sore, bisa terurai setelah proyek selesai. Pelebaran ini menjadi bagian dari program peningkatan infrastruktur jalan nasional di Sidoarjo.

Namun, selama pengerjaan berlangsung, pengguna jalan harus ekstra sabar. Hanya satu lajur yang bisa digunakan, yakni dari arah Krian menuju Surabaya. Sementara itu, jalur sebaliknya diberlakukan sistem buka tutup sesuai kondisi lalu lintas di lapangan.

Kanit Lalu Lintas Polsek Taman, Iptu Hari Nurcahyo, menegaskan bahwa rekayasa lalu lintas ini sudah melalui koordinasi matang dengan Dinas Perhubungan dan kontraktor pelaksana. Ia mengingatkan agar pengendara mematuhi arahan petugas.

“Kami telah melakukan persiapan sejak pekan lalu, termasuk pemasangan rambu dan banner imbauan jalur alternatif di beberapa titik strategis. Sistem buka tutup akan kami sesuaikan dengan volume kendaraan yang melintas setiap harinya,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (09/09/2025).

Tak hanya itu, sejumlah titik juga sudah dipasangi banner imbauan bagi pengendara untuk mengambil jalur alternatif. Titik-titik tersebut antara lain di Bundaran Waru dan simpang empat ByPass Krian arah Legundi, yang selama ini dikenal sebagai kantong kemacetan di jam sibuk.

“Kami harap masyarakat bisa memahami dan bersabar selama proses pelebaran berlangsung. Ini demi kepentingan bersama agar jalur ini lebih aman dan nyaman ke depannya,” tambah Iptu Hari. Ia juga memastikan personel lalu lintas akan siaga 24 jam penuh untuk mengurai kepadatan.

Polisi juga meminta warga yang tidak memiliki keperluan mendesak agar menghindari jalur ini sementara waktu. Rekayasa lalu lintas bersifat situasional, bisa berubah sewaktu-waktu menyesuaikan kondisi arus kendaraan. Dengan begitu, diharapkan antrean panjang bisa diminimalkan hingga proyek rampung. (*)

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H