Lamongan, tagarjatim.id – Laga Timnas Indonesia versus Lebanon yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya pada Senin malam menyisakan duka mendalam.

Suporter Timnas Asal Lamongan Jawa Timur Djalu Ariel Fristianto alami sesak nafas dan meninggal saat perawatan medis di rumah sakit. Seluruh pemain, federasi dan suporter pun berduka atas meninggalnya Djalu Ariel Fristianto.

Menurut keterangan Orangtua dan sahabatnya, Djalu Ariel Fristianto sempat dibawa ke Posko Kesehatan dan selanjutnya dirujuk ke RSUD Bhakti Dharma Husada Surabaya. Namun, dia dinyatakan meninggal dunia di tengah mendapatkan perawatan.

Selasa pagi, suasana duka terlihat di Rumah Orangtua Almarhum Djalu Ariel Fristianto di Desa Sugio, Kecamatan Sugio. Ucapan duka di rumah almarhum pun berdatangan, mulai dari PSSI, hingga suporter Timnas Garuda.

Sejumlah perwakilan dari Ultras Garuda pun datang memberikan santunan. selain itu, Kapten Timnas Jay Idzes pun turut memberikan Jersey yang ia kenakan saat laga melawan Timnas Lebanon dan diterima langsung oleh Orangtua Almarhum.

“Djalu mengalami sesak nafas dan di bawa ke rumah sakit benowo, dan meninggal dalam perawatan di rumah sakit, pada saat saya mendapat kabar saya menghubungi temen-temen untuk mengantarkan jenazah ke rumah duka,” kata Boy, anggota Ultras Garuda.

Sosok almarhum Djalu Ariel Fristianto sendiri menurut penuturan orangtua dan para sahabatnya merupakan sosok yang baik, taat ibadah serta rajin membantu pekerjaan orang tua untuk berjualan bahan pokok di pasar.

Orangtua almarhum pun tak menyangka anaknya berpulang begitu cepat, mengingat sebelumnya tidak ada firasat apapun dan hanya pamit untuk pergi menyaksikan pertandingan di stadion.

“Saya sebagai orangtua sangat kehilangan betul, karena anak saya kerja membantu jualan di pasar, sore berpamitan melihat sepak bola, memang anaknya suka melihat bola, kami tidak punya firasat apa-apa dan saya tidak menyangka anak saya meninggal,” Kata Sugiharto, ayah almarhum.

Jenazah Djalu Ariel Fristianto disemayamkan di rumah duka di Desa Sugio sebelum dimakamkan di pemakaman desa setempat. Ratusan pelayat hadir memberikan penghormatan terakhir, mulai dari kerabat, tetangga, hingga sesama anggota suporter yang rela datang dari berbagai daerah. (*)

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H