Lamongan, tagarjatim.id – Ribuan warga tumpah ruah mengikuti tradisi kirab gunungan sedekah bumi di Desa Sukoanyar, Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan, Minggu (7/9/2025) sore. Tradisi tahunan ini digelar sebagai wujud syukur atas hasil panen yang melimpah sekaligus menjaga kearifan budaya lokal.
Sebanyak 11 gunungan raksasa yang berisi hasil bumi diarak keliling kampung dengan iringan penari tradisional. Gunungan yang terbuat dari sayur dan buah tersebut menjadi simbol rasa syukur masyarakat kepada Sang Pencipta atas berkah hasil panen.
Tradisi ini tidak hanya diikuti warga desa, tetapi juga menarik perhatian masyarakat dari berbagai daerah sekitar. Usai diarak, belasan gunungan langsung menjadi rebutan warga yang sudah menunggu sejak siang hari.
Terlihat mulai dari anak-anak, orang dewasa, hingga ibu-ibu berdesakan untuk mendapatkan hasil bumi dari gunungan. Mereka mengaku senang bisa membawa pulang sayur dan buah untuk dikonsumsi bersama keluarga.
“Alhamdulillah dapat banyak hasil rebutan sayur dan buah. Nanti akan dimasak dan dimakan bersama keluarga,” ujar Angelina, salah satu warga Sukoanyar.
Hal senada disampaikan Tri, warga lainnya yang ikut berebut. “Kami ikut berebut karena banyak gunungan yang berisi buah dan sayuran. Bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga,” tuturnya.
Ketua RT setempat, Salekan, menjelaskan bahwa tradisi sedekah bumi ini sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat petani dan pedagang sebagai bentuk rasa syukur.
“Alhamdulillah warga sangat antusias. Gunungan dibuat dari hasil panen yang melimpah, lalu dibagikan kepada warga yang hadir. Tradisi ini juga mempererat persatuan dan menjaga budaya asli Nusantara,” tandas Salekan.
Selain menjadi ungkapan syukur, kirab gunungan sedekah bumi juga dinilai mampu memperkuat nilai-nilai persatuan, menumbuhkan gotong royong, serta melestarikan budaya lokal yang telah diwariskan turun-temurun.(*)




















