Gresik, tagarjatim.id – Masyarakat Dusun Daun Timur Pulau Bawean Gresik mempunyai cara unik dalam merayakan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Mereka menggelar tradisi Angkaan Molod, dengan masing – masing membawa gunungan aneka makanan yang bernilai fantastis hingga mencapai jutaan rupiah, Sabtu ( 6/9/2025).
Ada sekitar 105 angkaan ( Gunungan) berisi makanan siap saji, dan makanan ringan, hingga tidak ketinggalan hiasan kuncup angkaan berisi uang tunai. Namanya robit.
Tradisi Maulid Nabi atau Molod istilah Bawean, memang yang dinanti-nanti masyarakat dusun setempat. Bahkan hampir seluruh Masjid dan Mushola di desa Bawean , acara molod ini, digelar dengan traidisi berkat angkaan. Tradisi yang berlangsung turun-temurun.
Masyarakat antusias senang menyambut bulan kelahiran nabi. Dari setiap angkaan masyarakat Dusun Daun Timur, menghabiskan uang mulai dari Rp 1 juta sampai Rp 3 juta. Mulai dari jajanan basah hasil laut dan pertanian hingga makanan siap makan dan saji, jadi satu dalam angkaan. Tidak ketinggalan dodol khas bawean dan rengginang jadi pelengkap setiap angkaan.
Menariknya, dalam acara Molod di Dusun ini, para keluarga yang berada di tanah rantai luar negeri. Seperti Singapura, dan Malasyia juga memberikan sedekah dalam perayaan Maulid Nabi. Istilahnya Robit, sejumlah uang tunai rupiah, ringgit, dan dolar ditaruh di bagian kuncup hiasan angkaan molod.
Nantinya uang Robit tersebut akan langsung masuk ke Kas Masjid. Setidaknya sekitar 34 juta uang dari berbagai perantauan di Asia. Total hasil robit Rp 36 juta 130 ribu.
Selain itu, salah satu perantauan Johor Malasyia Aman juga turut hadir langsung mengikuti Maulid Nabi ini. Mulai dari rangkaian kegiatan Khataman, Dzikir Maulid, tausyiah, dan doa.
“Alhamdulillah bisa ikut tradisi molod. Ini baru pertama kali maulid Nabi di kampung kelahiran. Senang sekali, sangat meriah. Sekaligus bisa silaturahmi ke keluarga di Boyan,” ujar pria usia 54 tahun yang sudah puluhan tahun merantau.
Pengurus Takmir Masjid, Mujib Arsyad, menyampaikan rasa terima kasih kepada masyarakat Dusun Daun Timur. Utamanya bagi perantauan yang turut memberikan hadiah molod uang Robit ke Masjid.
“Terima kasih kepada para perantauan yang bersedekah pada perayaan Maulid Nabi,” ujarnya.
Ada banyak pecahan mata uang luar negeri. Mulai dari Malasyia, Brunei, Singapura hingga Amerika.
“Semuanya dari warga Dusun Daun Timur, di perantauan. Ini, sudah menjadi tradisi setiap Molod berlangsung,” ujarnya.
“Semoga warga perantauan Dusun Daun Timur diberikan kesehatan, keberkahaan Maulid Nabi,” harapnya.
Ketua Takmir Masjid, Kiai Fatoni Bahyan menambahkan, hadiah angkaan molod pada tahun ini cukup besar. Ini semua sebagai ungkapan syukur untuk menyambut bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW.
“Terimakasih masyarakat beserta panitia. Semoga antusias dalam menyambut kelahiran nabi, nanti bisa berkumpul bersama nabi kelak hari,” ujarnya.
Pihaknya berharap dari perayaan ini, masyarakat setempat bisa lebih meneladani sosok Nabi Muhammad SAW. Terlebih menjadi panutan dalam hidup.
Acara yang berlangsung hingga siang ini, nantinya pada hadiah angkaan dilakukan lotre atau bertukar antar warga. Dengan diakhiri nanti makan bersama hasil angkaan di pinggir laut.
“Ini tradisi setelah perayaan Maulid , masyarakat makan bersama sembari santai di Pantai,” ujar salah satu warga Wilfatun.
Sekedar diketahui, sejak pagi mulai terdengar lantunan sholawat menggema di Masjid Baitul Mu’minin , Dusun Daun Timur, Desa Daun, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean. Masyarakat semarak datang ke Masjid untuk menghadiri acara Maulid Nabi 1447 H /2025.(*)




















