Kota Surabaya, tagarjatim.id – Kobaran api membakar gedung bekas Bioskop Oscar di Jalan Mayjend Sungkono, Kecamatan Sukomanunggal, Kamis sore (4/9/2025). Asap hitam pekat membumbung tinggi, membuat arus lalu lintas di sekitar lokasi tersendat.
Informasi kebakaran pertama kali diterima Command Center 112 Surabaya pada pukul 16.27 WIB. Hanya lima menit kemudian, sebanyak 16 unit tempur Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya tiba di lokasi.
Api pokok berhasil dipadamkan sekitar pukul 17.11 WIB, meski hingga pukul 18.46 WIB sejumlah armada pemadam masih bersiaga di lokasi.
Saksi mata, Ahmad Sunaji, menyebut api bermula dari lantai atas gedung tiga lantai tersebut. “Awalnya warga lihat api sudah membesar di lantai atas. Lalu kami langsung lapor ke 112,” ujarnya.
Ia menambahkan, gedung itu sudah lama kosong dan tidak terawat. “Dulu dipakai bioskop dan tempat biliar. Puluhan tahun kosong, kadang dipakai orang untuk bikin konten Youtube,” katanya.
Sementara itu, Kepala DPKP Kota Surabaya Laksita Rini Sevriani, membenarkan bahwa titik api berada di lantai atas yang merupakan bekas area bioskop.
“Informasinya kalau malam kadang dipakai uji nyali. Lantai bawah dan tengah yang dulu swalayan tidak terimbas,” terangnya.
Sejak awal 2000-an, gedung ini memang terbengkalai. Padahal, pada era 1980-an hingga 1990-an, Bioskop Oscar termasuk salah satu ikon hiburan di Surabaya barat. Bahkan, sempat menjadi penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Surabaya. Popularitasnya mulai meredup seiring maraknya VCD player dan TV kabel, hingga akhirnya mati suri.
Kondisi gedung yang kosong selama puluhan tahun membuat warga khawatir. Banyak yang menduga kebakaran dipicu oleh aktivitas orang tidak bertanggung jawab. “Kemungkinan api dari atas, lantai tiga. Gedungnya luas sampai belakang, jadi kalau ada yang main-main api bisa bahaya,” tutur Sunaji.
Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Tim pemadam dan aparat kepolisian masih melakukan pendinginan serta pemeriksaan di lokasi. (*)




















