Kabupaten Malang, Tagarjatim.id – Indonesia kembali menorehkan prestasi di dunia hortikultura. Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-33, secara resmi diluncurkan varietas anggrek hibrida baru bernama “Gajah Baru”, hasil persilangan dua jenis anggrek berbeda yang menghasilkan varietas unggul dengan karakteristik khas.

Berlokasi di Jl. Probolinggo No.162, Penarukan, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, kehadiran anggrek hibrida ini semakin memperkaya perbendaharaan flora Nusantara. Indonesia sendiri tercatat memiliki lebih dari 5.000 spesies anggrek yang tersebar dari Jawa hingga Papua, menjadikannya salah satu negara dengan keanekaragaman anggrek tertinggi di dunia.

“Anggrek hibrida seperti Gajah Baru ini merupakan hasil silangan dari dua atau lebih varietas, spesies, atau genus yang berbeda. Banyak di antaranya mampu beradaptasi dengan baik di berbagai kondisi rumah, meski ada pula yang membutuhkan perawatan lebih spesifik,” ujar Sautik, pemegang hak paten Anggrek Gajah Baru.

Prestasi ini semakin membanggakan karena New Hybrid Orchid “Gajah Baru” telah resmi terdaftar di Royal Horticultural Society (RHS) International, London, Inggris pada 18 Agustus 2025.

Proses pengembangan hingga pengakuan internasional tersebut membutuhkan waktu sekitar 4–5 tahun, mulai dari persilangan hingga registrasi di RHS untuk memperoleh sertifikat resmi. Keberhasilan ini juga tidak lepas dari peran tim yang dipimpin oleh Mr. Dody Christanto, seorang pecinta dan pengembang anggrek asal Indonesia.

Kini, “Gajah Baru” telah menjadi ikon kebanggaan internasional, bukan hanya bagi keluarga besar Gajah Baru, tetapi juga bagi para pecinta anggrek di berbagai negara.(*)

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H