Jember, tagarjatim.id – Anjloknya harga tomat di musim panen kali ini, banyak dikeluhkan petani di berbagai daerah. Namun, menurut ahli pangan, hal ini justru bisa menjadi momentum untuk berinovasi agar hasil panen tetap bernilai tinggi.

Menurut Dr. Nurhayati, S.TP., M.Si., dosen Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Jember (UNEJ). Ia menegaskan, inovasi pengolahan adalah kunci agar tomat tidak cepat rusak dan bisa menembus pasar lebih luas.

“Ketika harga tomat murah karena overproduksi, kita perlu mencari cara agar punya nilai tambah. Produk olahan bisa lebih awet, punya cita rasa khas, bahkan berpeluang dipatenkan,” ujarnya, Jumat (29/8/2025).

Nurhayati mencontohkan berbagai produk turunan yang bisa dikembangkan, mulai dari skala rumahan hingga industri, seperti pasta, saus, jus, selai, hingga tomat kering. Teknologi modern pun bisa dimanfaatkan, misalnya mengolah tomat menjadi bubuk, freeze drying, atau difermentasi menjadi anggur dan cuka tomat.

Lebih jauh, tomat juga berpotensi diolah menjadi pangan fungsional. Kandungan likopen bisa diekstraksi untuk suplemen kesehatan atau kosmetik. Bahkan kulit dan biji yang biasanya jadi limbah, ternyata kaya antioksidan dan bisa diolah menjadi bahan pewarna alami.

Nurhayati sendiri telah membuktikan pentingnya inovasi lewat sejumlah paten, mulai dari saus lombok terong khas Tengger, keju tahu berbahan kedelai, hingga pektin dari limbah pisang.

Menurutnya, diversifikasi produk memberi banyak manfaat. Selain mengurangi kerugian petani saat harga jatuh, inovasi juga membuka pasar baru dan mendorong lahirnya UMKM pangan. Ia menekankan pentingnya peran universitas sebagai jembatan alih teknologi bagi petani dan pelaku industri.

Ia pun berpesan agar petani memiliki pola tanam yang jelas, mengoptimalkan perawatan, serta membangun jejaring sesama petani agar panen tak menumpuk. Sementara itu, pelaku industri diharapkan mau membeli hasil panen petani.

“Petani adalah fondasi utama ketahanan pangan. Kalau petani sejahtera, daya beli masyarakat ikut naik, dan industri pun akan diuntungkan,” pungkasnya. (*)

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H