Kota Blitar, tagarjatim.id – Aksi pelaku pencurian dengan sasaran ternak warga semakin nekat. Buktinya, di Kelurahan Sananwetan, Kota Blitar, seorang pelaku menuntun sapi jenis simental seharga 30 jutaan, di kandang milik ketua RT1 RW2, Sriadi, yang berada di tengah permukiman padat penduduk.
Bahkan pelaku nampak santai membawa ternak hasil curian di jalan Mentawai, menuju areal persawahan, sekitar 300 meter dari TKP sebelum akhirnya jejaknya menghilang. Aksi pencurian ini, terekam kamera pengintai atau cctv Rabu (27/8/2025).
Pemilik kandang, Sriadi dikonfirmasi membenarkan aksi pencurian sapi di kandang Semar farm ini. Sapi yang dibeli dua bulan lalu, sedianya dipelihara untuk kebutuhan kurban tahun depan. Namun, saat orangtuanya akan memberi makan, mendapati sapi telah raib dari tempatnya.
“Malam hari sekitar jam 12 itu masih ada, trus pagi hari saat akan memberi makan jam 6 pagi, sapi tidak ada dan dipikir lepas. Setelah dicari bekas jejaknya menuju sawah dan menghilang di dekat kebun jati,” ujar Sriadi kepada wartawan Kamis (28/8/2025).
Sriadi menambahkan, aksi pelaku ini terekam jelas di kamera pengintai milik warga. Pelaku dengan ciri bercelana pendek serta berjaket hoodie dan tidak kelihatan wajahnya karena gelap. Pelaku terlihat profesional saat menuntun sapi yang sama sekali tidak menunjukkan perlawanan.
Pemilik yang mencoba mengikuti jejak mendapati jejak sapi hilang di sekitar pepohonan jati di jalur alternatif sekitar TKP. Akibat kejadian ini, sapi peliharaan sistem bagi hasil ini, menyebabkan kerugian sekitar 30 juta rupiah.
“Sapi jenis simental ini baru dua bulan dipelihara. Rencananya untuk kurban tahun depan, dan taksiran harganya sekitar 30 jutaan,” imbuhnya.
Atas kasus ini, pemilik telah melapor ke Polsek Sananwetan Blitar. Kapolsek Sananwetan, AKP Huwaila Wahyun Yuha, dikonfirmasi terpisah mengatakan, pihaknya telah menerima laporan dan melakukan olah tkp serta memeriksa sejumlah saksi. Sementara pelaku pencurian yang tergolong nekat ini, masih dalam lidik.
“Sudah menerima laporan, juga sudah melakukan olah tkp. Saat ini pelaku masih dalam lidik. Biasanya kalau aksi pencurian hewan ternak pelakunya itu lebih dari satu orang, ada yang eksekusi dan menunggu dilokasi. Sudah ada 3 orang diperiksa,” ujar Kapolsek Sananwetan AKP Huwahila Wahyun Yuha kepada tagarjatim.id melalui sambungan seluler. (*)




















