Jombang,tagarjatim.id – Penyakit yang paling mematikan di Kabupaten Jombang, bukanlah demam berdarah atau DB melainkan Pneumonia alias radang paru paru. Penyakit ini tidak mengenal batasan usia maupun musim.

Dan yang paling menakutkan, angka kematian pada penyakit radang paru-paru sangatlah tinggi.

Data Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jombang mencatat sejak Januari 2025 hingga akhir Agustus ini sebanyak 1.237 pasien pneumonia menjalani perawatan.

Dari ribuan pasien itu, sebanyak 227 pasien meninggal dunia dengan rata rata usia dewasa.

“Hari ini per hari (Kamis, 28 AGUSTUS 2025) ini kita merawat pasien pneumonia sebanyak 25 orang dewasa 1 anak anak. Rata rata tiap bulan cukup banyak, tahun ini tiap bulan rata rata diatas 150 pasien,” terang Direktur RSUD Jombang, Ma’murotus Sa’diyah, pada sejumlah jurnalis, Kamis (28/8/2025) pagi.

“Cukup tinggi, jadi angka kematian perbulan rata rata 35 orang, dewasa semua. Kebanyakan yang meninggal karena memiliki penyakit penyerta bisa jantung, diabetes, gagal ginjal, stroke sehingga daya tahan tubuhnya kurang bagus,” katanya menambahkan.

Selain itu, faktor cuaca ekstrim juga turut menjadi pemicu karena bagi orang yang berdaya tahan tubuh lemah akan mudah terjangkit penyakit ini.

“Betul jadi cuaca yang ekstrim ini memicu daya tahan tubuh kita menjadi kurang baik karena itu memudahkan orang dengan daya tahan tubuh yang kurang baik terinfeksi virus, bakteri,” ujar wanita yang akrab disapa Ning Eyik itu.

Direktur RSUD Jombang ini menghimbau kepada masyarakat agar tidak menganggap remeh penyakit ini, yang gejala awalnya yakni batuk, panas hingga sesak nafas.

“Jika memiliki tiga gejala itu, segera ke fasilitas kesehatan jangan sampai menunggu bertambah parah,” pungkasnya.(*)

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H