Kabupaten Blitar, tagarjatim.id – Sesosok jenasah laki laki ditemukan mengambang di pantai Pehpulo, Sumbersih, Kecamatan Panggungrejo, Rabu (27/8/25). Kondisi jenasah membusuk dan kondisinya rusak sehingga sulit dikenali dengan mambis inafis.
Namun, sejumlah tato di bagian tubuhnya, yaitu dada, tangan dan kaki, diyakini adalah Fandi Ahmad, 32, warga setempat. Korban sebelumnya hilang sejak Sabtu (23/8/25) di sekitar spot memancing tebing perkebunan tebu mbetis, sekitar 15 meter dari spot memancing favorit warga sekitar.
Kasihumas Polres Blitar, Ipda Putut Siswahyudi dikonfirmasi tagarjatim.id, membenarkan terkuaknya identitas jenasah pasca dievakuasi tim gabungan. Jenasah juga sempat dilarikan ke rumah sakit Ngudi Waluyo Wlingi, untuk visum.
“Jadi benar, proses identifikasi identitas korban menggunakan alat MAMBIS tidak ditemukan, dikarenakan semua kulit jari mengalami kerusakan sehingga sidik jari korban tidak terdeteksi. Namun terdapat ciri ciri khusus korban bertato di dada, tangan dan kaki sebelah kiri semuanya,” terang Putut tentang terkuaknya identitas korban.
Putut menambahkan, keluarga korban juga telah menandatangi pernyataan menolak autopsi dan menerima jenasah untuk dimakamkan di Kalitengah, Kecamatan Panggungrejo di tempat ibunya.
“Jenasah telah dibawa oleh keluarga untuk dimakamkan,” imbuhnya.
Sementara terkait hilangnya korban, awalnya pergi memancing di spot tebing 4 hari sebelum diketemukan meninggal. Korban tak kembali ke rumah hingga pihak keluarga meminta bantuan aparat desa setempat melakukan pencarian, namun tidak membuahkan hasil. Penemuan korban pertamakali oleh seorang pemancing Waji, yang hendak menuju lokasi memancing sekitar 5 km dari lokasi hilang. Saksi langsung melaporkan kejadian ini ke Polsek Panggungrejo Blitar.
“Polsek Panggungrejo berkordinasi dengan Piket INAFIS Polres Blitar, Polairud dan TNI AL serta BPBD Kab.Blitar dan menuju TKP bersama-sama hingga akhirnya mayat bisa di evakuasi,” pungkas Putut. (*)




















