Kota Batu, tagarjatim.id – Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Hortikultura Kementerian Pertanian terus mengakselerasi program swasembada bawang putih nasional. Salah satu langkah konkret dilakukan dengan menjajaki kerja sama perbenihan bawang putih di Kota Batu dan Kabupaten Mojokerto.

Kunjungan lapangan dipimpin oleh Kepala Pusat Perakitan dan Modernisasi Pertanian Hortikultura (BRMP Hortikultura), Inti Pertiwi Nashwari, bersama Kepala BRMP Sayuran dan tim dari BRMP Jestro. Mereka meninjau langsung Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, serta wilayah Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto untuk dijadikan lahan uji coba (trial) perbenihan bawang putih.

Menurut Inti, BRMP Jestro telah ditugaskan untuk memperluas produksi bawang putih di wilayah Malang Raya, khususnya dengan target 14 hektare lahan, yang akan dibagi dua bersama BRMP Jatim.

“Kabupaten Malang dan Kota Batu dianggap sebagai sentra potensial bawang putih. Inilah yang menjadi dasar pemilihan dua wilayah ini sebagai lokasi trial,” ujar Inti, Jumat (8/8/2025).

Dalam kunjungan ke Desa Tulungrejo, audiensi dilakukan langsung dengan Kepala Desa Suliono. Inti menyampaikan rencana besar Kementerian Pertanian dalam mendorong swasembada bawang putih melalui pengembangan benih sumber berkualitas tinggi. Tanah bengkok desa dinilai cocok dari segi kontur tanah dan ketersediaan air.

“Kami butuh dukungan dan pola kerja sama yang saling menguntungkan agar bisa menghasilkan benih sumber dengan produktivitas mencapai 20 ton per hektare,” tambahnya.

Audiensi tersebut disambut positif. Pemerintah desa memberikan data lengkap terkait luasan lahan, jenis varietas, dan penggunaan pupuk, sehingga BRMP Jestro mendapatkan titik terang untuk memulai proses uji coba.

Kegiatan dilanjutkan di wilayah Trawas, Mojokerto, untuk mengejar target lahan 7 hektare lainnya. Di sana, tim BRMP berdialog langsung dengan para petani dan meninjau lahan yang diproyeksikan sebagai lokasi benih sumber tambahan.

Upaya ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang pemerintah untuk menurunkan kuota impor dan meningkatkan produksi lokal bawang putih, demi mewujudkan ketahanan pangan nasional.

“Swasembada bawang putih adalah harga mati. Ini bukan hanya soal produksi, tetapi juga keberlanjutan pangan nasional,” tutup Inti. (*)

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H