Penulis : Aming Naqsabandi

Kediri, tagarjatim.com – Komoditas beras menjadi salah satu kontributor pendorong inflasi di Kota Kediri. Hal ini tak lain pengaruh musim tanam mundur, sehingga harga beras di pasaran naik.

Kepala Bagian Administrasi Perekonomian Kota Kediri Tetuko Erwin Sukarno menjelaskan inflasi utama dari bulan ke bulan yakni Januari-Februari 2024, diketahui bahwa komoditas beras pengaruhi inflasi. Namun, hal tersebut bukan hanya terjadi di Kediri, tapi juga daerah lainnya.

Ia mengungkapkan kondisi panen raya saat ini mundur setelah banyak petani memilih menunda tanam karena kekhawatiran tidak adanya hujan. Jika biasanya petani mulai menanam padi pada bulan November dan panen di akhir Januari, namun kini berubah.

Mundurnya tanam itu, kata dia, juga pengaruh fenomena el nino. Kendati mundur tanam, saat ini sejumlah petani sudah mulai tanam di awal Januari 2024.

“Semoga pada akhir bulan Maret sudah bisa panen raya, sehingga harga beras bisa kembali turun,” kata dia, Sabtu (2/3/2024).

Pihaknya menambahkan, pemkot melakukan beberapa upaya untuk meredam kenaikan harga beras adalah bersama Perum Bulog Kediri dengan mempercepat penyaluran bantuan pangan berupa beras 10 kilogram kepada 33.632 keluarga penerima manfaat serta melakukan stabilisasi harga beras dengan melakukan operasi pasar beras murah di kecamatan dan kelurahan.

Pemkot, kata dia, juga mendukung pasokan bahan baku pada penggilingan padi agar mereka bisa menjual beras dengan harga eceran yang terjangkau.

Erwin juga mengimbau agar masyarakat Kota Kediri tidak perlu melakukan panic buying. Pada rapat pimpinan TPID akhir Februari lalu, Perum Bulog Cabang Kediri sudah menyampaikan bahwa saat ini menguasai 18 ribu ton beras, sehingga kecukupan stok akan mencukupi hingga tiga bulan ke depan

“Bersama Pemkot Kediri akan terus melakukan operasi pasar untuk dapat menyajikan beras dengan harga terjangkau bagi warga Kota Kediri” pungkasnya. (*)

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H