Lamongan, tagarjatim.id – Pemerintah Kabupaten Lamongan Jawa Timur berencana merelokasi pasar ikan yang saat ini berlokasi di kawasan padat penduduk. Rencana ini diambil sebagai langkah untuk mengatasi masalah pencemaran lingkungan dan kemacetan yang sering terjadi di area pasar.
Kepala Bappelitbangda Kabupaten Lamongan, Sujarwo, menjelaskan jika kondisi pasar ikan saat ini sudah tidak layak.
“Kemacetan sering terjadi, dan berbagai faktor pertimbangan lainnya menunjukkan bahwa sudah saatnya pasar ikan ini direlokasi. Relokasi pasar ikan direncanakan di sekitar jalan lingkar utara Lamongan. Selain itu, pihaknya telah menyusun rencana tetap bangunan dan lingkungan (rtbl) di sekitar jalan lingkar utara, yang akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas, termasuk area parkir untuk truk,” tandasnya.
Sujarwo juga menyoroti pentingnya penyediaan cold storage untuk menyimpan ikan. Mengingat saat musim panen raya, harga ikan sering jatuh. dengan adanya fasilitas cold storage, pihaknya berharap dapat menyimpan ikan dan menunda penjualannya untuk meningkatkan harga.
Pemerintah Kabupaten Lamongan telah menyiapkan lahan seluas 2,7 hektare di kelurahan sidokumpul untuk pembangunan pasar ikan yang modern. Rencana ini sudah disusun dalam bentuk master plan dan detail enginering design (ded). Selain itu, pemerintah daerah juga telah mengajukan proposal kepada pemerintah provinsi dan pusat untuk mendapatkan dukungan dana.
“Karena pasar ikan di Lamongan memang sudah tidak layak karna kondisi lokasinya padat penduduk dan sering terjadi kemancetan, karena perlu ada perluasan tempat untuk pasar ikan agar para pedagang dn para pembeli nyaman melakukan aktivitas,” kata Sujarwo.
Dengan adanya pasar ikan yang modern, diharapkan dapat meningkatkan harga jual ikan dari para petambak di Lamongan dan memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah. Pemerintah Kabupaten Lamongan optimis bahwa relokasi ini akan membawa perubahan yang signifikan bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.(*)




















