Jombang, Tagarjatim.id – Sudah lebih dari satu tahun digitalisasi pembelajaran menggunakan chromebook bantuan pemerintah diterapkan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 4 Jombang.

Hanya saja, tidak semua kelas dilengkapi dengan chromebook karena bantuan yang diterima masih terbatas. Meski begitu bantuan chromebook ini benar-benar dimanfaatkan pihak sekolah.

Para siswa salah satunya di ruang kelas sembilan, begitu menikmati belajar menggunakan chromebook ini. Bagi mereka pembelajaran ini memudahkannya mengakses informasi seputar mata pelajaran maupun tugas tugas sekolah.

“Ya lebih mudah aksesnya lebih mudah untuk buat tugas sama ngirim ngirim yang ada di google sama ngerjain sama google dokumen lebih mudah,” ujar Melvia, salah satu siswa, pada sejumlah jurnalis, Selasa (22/7/2025)

Sementara bagi guru terdapat kelebihan dan kekurangannya, penggunaan chromebook dibandingkan laptop. Kelebihannya akses lebih cepat, tidak perlu menggunakan banyak data atau waktu lama, sedangkan menggunakan laptop membutuhkan penyimpanan yang besar.

“Untuk kelebihannya dibandingkan dengan laptop itu prosesor atau IOS nya lebih ringan jadi siswa kalau mengakses materi atau sumber belajar itu lebih mudah kemudian tidak membutuhkan banyak data atau waktu yang lama itu yang kesatu/ kedua kalau misalnya pakai laptop itu kita terbatas pada memori penyimpanan jadi mungkin kalau laptop dipakai banyak siswa itu kan membutuhkan penyimpanan yang besar tapi kalau chromebook itu kan penyimpanannya pribadi sesuai akun belajar masing masing siswa,” terang Dwi Fathurohman, guru SMPN 4 Jombang.

“Kalau kelemahannya di jaringan internet jadi misalnya chromebook ini kan harus terkoneksi ke internet tapi Alhamdulillah di sekolah SMP negeri 4 kami menyediakan internet itu sampai 3000 Mbps jadi bandwidthnya kita naikkan jadi insyaallah ga ada trouble sampai saat ini,” tegasnya.

Sedangkan apabila terdapat kerusakan pada chromebook, biaya perbaikannya tidak dibebankan pada wali murid. Pihak sekolah memiliki servis sendiri, namun jika kerusakan parah semisal pecah maupun bateranya rusak, karena ini adalah milik negara maka akan digunakan dana BOS sekolah.

“Kita punya servis sendiri disini kalau yang ringan ringan kita serviskan. Dari biaya sekolah sendiri kalau yang ringan ringan gitu tapi kalau pecah ini kan punyanya negara ya atau baterainya yang rusak ya punya negara kalau kita ini ada dana bos yang bisa digunakan untuk perbaikan perbaikan itu,” pungkas Agus Tri Prastyo, Kepala SMPN 4 Jombang. (*)

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H