Kota Blitar, tagarjatim.id – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melakukan peluncuran nasional Koperasi Desa/ Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) secara virtual terpusat dari Klaten, Jawa Tengah Senin (21/7/2025). Kegiatan peluncuran ini dilakukan serentak di seluruh Indonesia, tak terkecuali di Kota Blitar yang dilakukan di halaman eks Kantor Kelurahan Gedog.

Pemerintah Kota Blitar menyatakan kesiapan penuh dalam mendukung peluncuran nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih ini. Peluncuran ini merupakan bagian dari pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Program ini termasuk dalam Asta Cita ke-6 Presiden Prabowo untuk menggerakkan ekonomi lokal dan menanggulangi kemiskinan dari tingkat desa dan kelurahan.

Usai Peluncuran, Wali Kota Blitar, H. Syauqul Muhibbin alias Mas Ibin, menyampaikan bahwa Kota Blitar telah membentuk 21 Koperasi Merah Putih, yang tersebar di seluruh kelurahan dan dipersiapkan untuk segera beroperasi.

“Koperasi Merah Putih menjadi sarana ekonomi masyarakat yang berjalan bersama-sama. Pemerintah Kota Blitar akan terus memfasilitasi jalannya koperasi ini dengan menggandeng Bulog, penyedia pupuk, hingga lembaga keuangan,” ujar Mas Ibin kepada wartawan.

Walikota Blitar Mas Ibin bersama forkopimda saat engikuti kegiatan peluncuran Kopdes Merah Putih di Kelurahan Gedog (Novianto/ tagarjatim.id)
Walikota Blitar Mas Ibin bersama forkopimda saat mengikuti kegiatan peluncuran Kopdes Merah Putih di Kelurahan Gedog (Foto: Novianto/ tagarjatim.id)

Secara nasional, pemerintah menargetkan 80.000 koperasi Merah Putih terbentuk sebagai trisula strategi pengentasan kemiskinan, bersama program Cek Kesehatan Gratis Sekolah dan Sekolah Rakyat. Dari jumlah tersebut, sebanyak 103 koperasi akan dijadikan percontohan nasional yang akan dioperasikan penuh pada 28 Oktober 2025, sebelum direplikasi ke seluruh wilayah.

Menurut Kepala Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi, Koperasi Merah Putih adalah salah satu instrumen utama negara dalam menghadirkan pemerataan kesejahteraan yang nyata, bukan sekadar seremoni. Sementara, Tenaga Ahli Utama PCO, Adita Irawati, menjelaskan bahwa koperasi ini dibangun dengan pendekatan inklusif dan gotong-royong, serta memiliki beragam fungsi, mulai dari gerai sembako, unit simpan pinjam, layanan kesehatan, hingga cold storage dan logistik distribusi.

“Kami berharap koperasi ini menjadi embrio bisnis kerja sama antar daerah. Kota Blitar ke depan akan diproyeksikan sebagai kota perdagangan yang mengonsolidasikan berbagai komoditas untuk dipasarkan ke seluruh provinsi,” imbuh Mas Ibin.

Pemerintah Kota Blitar menyambut penuh semangat dan akan memastikan keberadaan 21 koperasi yang telah dibentuk dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Koperasi ini dapat memperpendek rantai distribusi, menghapus ketergantungan pada rentenir dan tengkulak, serta meningkatkan kesejahteraan petani dan pelaku usaha lokal,” pungkasnya. (*) ADV

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H