Kabupaten Malang, tagarjatim.id– Masih tingginya angka Laka lantas di wilayah Polres Malang, membuat semua pihak cukup prihatin. Apalagi angka lakalantas yang ada, sebagian besar didominasi oleh usia produktif antara umur 25 sampai 40 tahun.

Korban meninggal kalau ditinjau dari usia variatif, yang paling banyak diusia 25 sampai 40 tahun ( produktif). Kebanyakan karena mungkin kurang hati-hati atau microsleep juga sering dijumpai permasalahan laka laka tunggal seperti itu.

“Kebanyakan mereka mengendarai sepada motor (R2) dan dalam berkendara dengan kecepatan cukup tinggi,” terang, Kasatlantas Polres Malang, AKP. Muhammad Alif Chelvin Arliska, Selasa (15/8/2025)

Chelvin menjelaskan, memang untuk titik rawan kecelakaan di wilayah Polres Malang ada beberapa titik, namun angka yang paling tinggi terutama sampai terjadi fatalitas pada daerah kecamatan Bululawang dan kecamatan Pakisaji.

Kenapa jalur tersebut menjadi rawan kecelakaan, karena pada dua titik tersebut volume kendaraan cukup padat dan ruas jalannya lurus. Ditambah lagi pengendara yang melintas pada jalur tersebut, kurang hati hati saat berkendara karena sering kecepatannya cukup tinggi.

“Kami menghimbau pada masyarakat meski jalan ramai atau sepi, tetap hati-hati karena banyak kita temui jalannya sepi justru ada kesempatan untuk mengebut utamanya untuk R2,” kata Chelvin.

Oleh karena itu, lanjut Chelvin, dengan adanya operasi patuh ini, diharapkan akan meningkatkan kesadaran masyarakat saat dijalan raya. Sehingga berimbas terjadinya mengurangi angka kecelakaan, karena semua pemakai jalan raya saling menghormati serta saling menjaga keselamatan bersama.

Dalam Operasi Patuh Semeru 2025 diharapkan semua petugas, utamanya anggota Satlantas Polres Malang untuk selalu mensosialisasikan meningkatkan ketertiban dalam berlalulintas.

Apalagi fenomena saat ini utamanya bagi pengendara R2, sudah banyak yang kurang tertib. Karena kalau dilihat saat ini dalam berkendaraan, banyak yang tidak melengkapi kendaraanya maupun dirinya.

“Kalau dilihat akhir akhir ini banyak rekan rekan atau pengguna jalan raya enggan menggunakan helm atau bahkan tidak menggunakan berhelm,” Chelvin mengakhiri.(*)

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H