Kabupaten Sidoarjo, tagarjatim.id – Target ambisius Kabupaten Sidoarjo untuk menjadi runner-up dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur IX/2025 di Malang harus pupus. Kontingen dari Kota Delta itu harus puas finis di posisi ketiga, di bawah Kota Malang dan Surabaya.

Kota Surabaya kembali tampil dominan sebagai juara umum dengan koleksi 198 medali emas, 133 perak, dan 138 perunggu, mengumpulkan total 1.196 poin. Sementara itu, Sidoarjo mencatatkan 90 emas, 87 perak, dan 119 perunggu, hanya mengantongi 653 poin, turun dari capaian dua tahun lalu saat menjadi tuan rumah.

Meski target tidak tercapai, Ketua KONI Sidoarjo, Imam Mukri, menolak jika hasil ini disebut sebagai kegagalan. Ia menegaskan bahwa seluruh raihan medali diperoleh secara jujur dan menjunjung tinggi sportivitas.

“Kalau soal peringkat memang turun, tapi kita bangga karena semua medali diraih dengan cara yang fair dan sportif,” ujar Imam Mukri saat evaluasi bersama Komisi D DPRD Sidoarjo, Senin (14/7/2025).

Imam juga menyoroti bahwa sejak Porprov 2019 dan 2022, Sidoarjo konsisten berada di posisi ketiga. Bahkan, pada Porprov 2023 saat menjadi tuan rumah, Sidoarjo sempat naik ke posisi dua besar.

Namun, catatan tersebut tak mampu meredam kritik dari Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo, Dhamroni. Ia menilai, penurunan peringkat bukanlah tanggung jawab atlet semata, melainkan cerminan lemahnya koordinasi dan strategi dari KONI.

“Ini bukan soal kegagalan atlet. Ini kegagalan KONI selaku koordinator. Dulu tahun 2023 jumlah atlet 1.004 dan 53 cabor bisa runner-up, sekarang 1.322 atlet dan 67 cabor tapi malah turun peringkat,” tegas Dhamroni.

Sebagai langkah perbaikan jangka panjang, KONI Sidoarjo akan menggelar sosialisasi pencarian bibit atlet baru pada Kamis mendatang di SMA Antartika. (*)

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H