Kota Batu, Tagarjatim.id – Suasana haru dan semangat terasa saat sekitar 100 siswa baru mulai mengikuti kegiatan masa pengenalan di Sekolah Rakyat Bima Sakti, Kota Batu, Senin (14/07/2025). Para siswa yang datang dari berbagai wilayah di Malang Raya ini akan mulai menjalani proses pembelajaran secara resmi pada 1 Agustus 2025 mendatang.
Kegiatan penyambutan berlangsung di lingkungan sekolah yang berada di kawasan Bima Sakti, Kota Batu. Sejak pagi, para siswa datang didampingi orang tua mereka. Suasana penuh harapan pun menyelimuti proses serah terima anak-anak ke pihak sekolah, yang akan menjadi tempat tinggal dan belajar mereka selama beberapa tahun ke depan.
Wali Kota Batu, Nurochman, turut hadir dalam kegiatan ini bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Dalam sambutannya, ia menyampaikan selamat datang kepada para siswa dan orang tua, serta memberikan motivasi bagi para peserta didik agar semangat menempuh pendidikan meski dengan keterbatasan ekonomi.
“Selamat datang bagi para siswa baru. Pendidikan adalah kunci masa depan. Sekolah rakyat ini adalah ruang bagi anak-anak hebat dari keluarga sederhana untuk tumbuh menjadi generasi tangguh dan mandiri,” kata Nurochman di hadapan siswa dan wali murid.
Setelah memberikan sambutan, Wali Kota juga berkeliling meninjau fasilitas yang dimiliki Sekolah Rakyat Bima Sakti. Ia mengecek langsung kondisi asrama putra dan putri, ruang kelas, dapur umum, sarana olahraga, serta berbagai penunjang lain. Secara keseluruhan, fasilitas tersebut dinilainya layak dan siap digunakan untuk menunjang proses belajar dan tinggal siswa selama di sekolah.
“Saya melihat sendiri fasilitas di sini, dan menurut saya cukup representatif. Ini menjadi bukti bahwa perhatian pemerintah pada pendidikan bukan sekadar wacana, tapi diwujudkan dalam bentuk nyata,” tambahnya.
Program Sekolah Rakyat Bima Sakti memang didesain untuk membantu masyarakat yang kurang mampu secara ekonomi, namun tetap ingin memberikan pendidikan berkualitas bagi anak-anak mereka. Program ini mencakup kebutuhan pendidikan formal, pembinaan karakter, serta penyediaan tempat tinggal dan kebutuhan dasar siswa.
Salah satu wali murid, Suhadi, warga asal Poncokusumo, Kabupaten Malang, mengaku bersyukur anak perempuannya bisa diterima di sekolah ini.
“Saya sangat berterima kasih kepada Pemerintah Kota Batu. Sekolah rakyat ini sangat membantu kami dari kalangan bawah. Anak saya bisa sekolah dengan fasilitas lengkap dan biaya terjangkau,” ujarnya.
Hal senada diungkapkan oleh Husniah Nurlaila Fitri, salah satu siswi baru yang tampak antusias mengikuti masa pengenalan. Ia mengaku senang dan tak sabar untuk belajar serta tinggal bersama teman-teman baru di lingkungan yang menurutnya nyaman dan menyenangkan.
“Saya senang bisa masuk di sekolah ini. Fasilitasnya bagus, asramanya bersih, dan gurunya ramah. Saya ingin belajar sungguh-sungguh supaya bisa membanggakan orang tua,” katanya.
Sekolah Rakyat Bima Sakti tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kemandirian, kebersamaan, dan tanggung jawab. Dengan sistem boarding school dan pendekatan pendidikan karakter, diharapkan para lulusan nantinya bisa menjadi pribadi yang tangguh dan siap berkontribusi bagi masyarakat.
Wali Kota Batu juga berharap, model sekolah seperti ini bisa menjadi inspirasi dan percontohan bagi daerah lain yang ingin memberikan akses pendidikan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.(*)




















