Kota Batu, Tagarjatim.id – Cuaca ekstrem dan kurangnya sinar matahari dalam beberapa pekan terakhir mengancam hasil panen bunga hias jenis hortensia milik petani di kawasan Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Akibat kondisi tersebut, banyak bunga mengalami kerusakan hingga gagal mekar secara sempurna.
Bunga hortensia yang dikenal berasal dari Asia Timur dan termasuk dalam keluarga Hydrangea, biasanya memiliki bentuk mekar bundar dengan warna-warna cantik seperti putih, merah muda, biru, hingga ungu. Namun, karena perubahan cuaca yang tak menentu, sebagian besar bunga justru berubah warna menjadi kecokelatan dan rontok sebelum masa panen.
“Karena sering mendung dan kurang matahari, bunga jadi rusak, banyak yang nggak mekar sempurna dan warnanya cokelat,” ujar Rosiati, salah satu petani hortensia di Tulungrejo, Minggu (13/07/2025).
Tak hanya berdampak pada kualitas hasil panen, cuaca buruk juga membuat biaya perawatan meningkat. Para petani harus melakukan penyemprotan tambahan untuk menghindari serangan penyakit dan jamur yang muncul akibat kelembapan tinggi.
“Biaya perawatan naik, harus tambah obat-obatan supaya bunga tetap bisa tumbuh. Tapi permintaan justru turun sekarang,” tambah Rosiati.
Biasanya, hasil panen hortensia dari Batu dikirim ke berbagai kota besar di Indonesia seperti Surabaya, Semarang, dan Jakarta. Namun karena kualitas bunga menurun, permintaan dari pasar juga ikut melemah.
Meski begitu, para petani tetap bertahan. Mereka terus melakukan pembibitan dan perawatan sambil berharap kondisi cuaca segera membaik dan permintaan kembali normal dalam beberapa minggu ke depan.(*)




















