Jombang, tagarjatim.id – Cuaca esktrim membuat 80 persen tanaman melon di dusun Pucanganom, Desa Pucangsimo, Kecamatan Bandarkedungmulyo, Jombang, terancam gagal panen.
Pasalnya, dengan masih turunnya hujan tanaman melon banyak yang layu, hingga membuat petani resah.
Salah satunya adalah Muslik, petani yang menanam melon jenis Amanda mengatakan tanaman melonnya sudah umur 35 hari dan kini kendalanya adalah cuaca ekstrem hingga banyak yang layu.
“Ini jenis Amanda, sudah umur 35 hari. Karena curah hujan tinggi tanaman banyak yang layu,” katanya, Minggu (13/7/2025)
Menurutnya sudah dua kali tanam melon, yang sebelumnya gagal karena kebanjiran dan sekarang tanam yang kedua kalinya hanya bisa berdoa agar tanaman melonnya selamat.
“Dari petani ya berdoa saja supaya selamat tanamannya,” pungkasnya.
Diketahui, biaya tanam melon cukup besar, dalam satu hektare di butuhkan biaya kisaran 100 juta mulai tanam sampai panen. Di tahun ini kendalanya karena cuaca yang ekstrim membuat petani banyak yang resah.(*)




















