Kota Batu, tagarjatim.id – Langkah SMK PGRI 3 Malang membentuk karakter siswa sejak dini mendapat apresiasi tinggi dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Bertempat di Pusdik Arhanud, Kota Malang, Jumat (11/7), Khofifah secara langsung menutup kegiatan Kegiatan Cinta Sekolah (KCS) yang menjadi bagian dari Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2025/2026.

Dalam sambutannya, Khofifah menyebut SMK PGRI 3 Malang sebagai ikon pendidikan vokasi yang layak menjadi contoh nasional.

“Siswa-siswinya datang dari Medan, Batam, sampai Flores. Ini bukti kepercayaan luar biasa dari masyarakat luar daerah. SMK ini bukan hanya hebat, tapi sudah menjadi magnet nasional,” ujar Khofifah disambut tepuk tangan para siswa.

Mengusung semangat Tri Astha Garda Niskala, kurikulum berbasis Kurikulum Merdeka dan Deep Learning, sekolah ini dinilai berhasil meramu pendidikan karakter, kedisiplinan, dan keterampilan abad 21 dalam satu paket pendidikan yang utuh.

Kegiatan KCS di Pusdik Arhanud pun menjadi sorotan. Para siswa ditempa bukan hanya soal fisik dan disiplin, tetapi juga dibekali nilai-nilai nasionalisme, anti bullying, serta pencegahan kekerasan dan penyalahgunaan narkoba—dengan menghadirkan narasumber dari Kejaksaan dan Kepolisian.

“Inilah bentuk pendidikan yang memerdekakan. Mengasah keterampilan, membangun karakter, dan menanamkan cinta tanah air. Ini fondasi kuat menuju Indonesia Emas 2045,” tegas Khofifah.

Ia juga menyebut SMK PGRI 3 sebagai salah satu ‘dream team’ SMK unggulan Jatim dalam ajang Lomba Kompetensi Siswa (LKS). Tak hanya unggul secara teknis, tetapi juga unggul dalam moral dan daya juang.

Kepala SMK PGRI 3 Malang, Moch. Lukman Hakim, menjelaskan bahwa kurikulum inovatif yang dijalankan sekolahnya memuat delapan kompetensi utama Profil Pelajar Pancasila. Pihaknya ingin mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga siap mental dan cinta NKRI.

“Kami percaya, pendidikan karakter dan pembinaan seperti ini akan membekas seumur hidup. Dan ini sudah menjadi DNA pendidikan kami,” ujar Lukman.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai menegaskan bahwa SMK di Jatim kini makin terhubung dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI). Menurutnya, angka serapan lulusan SMK PGRI 3 ke dunia kerja sangat signifikan.

“SMK sekarang tidak bisa hanya mengandalkan keterampilan teknis. Mereka juga harus melek teknologi dan adaptif dengan AI. SMK PGRI 3 sudah ke arah sana,” jelas Aries.

Penutupan KCS ini menjadi penanda bahwa pendidikan vokasi Jawa Timur tidak hanya fokus pada keterampilan kerja, tapi juga pada pembentukan generasi yang tangguh, berintegritas, dan siap menjawab tantangan zaman.(*)

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H