Kabupaten Malang, tagarjatim.id– Dua remaja asal Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, diamankan aparat Polsek Bantur, Polres Malang, usai kepergok hendak mencuri di area bedak Pasar Bantur, Sabtu (5/7/2025) dini hari. Keduanya diketahui berinisial F (20) dan RAP (17).
Kejadian bermula saat kedua pelaku yang mondar-mandir di area pasar, warga yang mengetahui gerak-gerik para pelaku mulai curiga, dan akhirnya sekitar pukul 01.30 WIB kedua pelaku ditangkap kemudian diserahkan pada Polisi.
Saat digeledah, polisi menemukan sejumlah alat seperti obeng dan kapak dan diduga akan digunakan oleh para untuk melancarkan aksi kejahatannya, sebagai alat untuk membongkar kios.
Menurut Kasihumas Polres Malang AKP Bambang Subinajar mengatakan keduanya telah berulang kali melakukan aksi pencurian di lokasi yang sama sejak Oktober 2024.
“Modusnya menyasar bedak atau kios di pasar yang ditinggal pemilik saat malam. Barang-barang yang dicuri antara lain rokok, celana jeans, kain, serta uang tunai. Kerugian para korban ditaksir mencapai jutaan rupiah,” ujar AKP Bambang saat dikonfirmasi, Minggu (6/7/2025).
Selain kedua pelaku petugas turut mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga digunakan pelaku saat menjalankan aksinya.
Barang bukti tersebut antara lain satu unit sepeda motor Honda Vario, dua buah obeng, satu buah kapak, serta sebuah tas berwarna coklat dan celana pendek yang dikenakan pelaku saat beraksi.
Lebih lanjut Bambang menjelaskan, salah satu pelaku berstatus anak di bawah umur dan penanganannya telah dilimpahkan ke Unit PPA Satreskrim Polres Malang.
“Keduanya kami terapkan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan juncto Pasal 65 KUHP karena dilakukan berulang kali. Pelaku RAP masih di bawah umur dan penanganannya sesuai prosedur khusus,” tegasnya.
Saat dilakukan pemeriksaan, pelaku mengaku sudah beberapa kali masuk ke pasar pada dini hari, membongkar kios yang tidak terkunci, dan mengambil barang-barang dagangan. Laporan pencurian terakhir tercatat pada Oktober 2024 hingga Juli 2025.
“Kami terus intensifkan patroli di area rawan kejahatan seperti pasar tradisional. Keberhasilan ini juga berkat peran serta masyarakat yang cepat memberikan informasi ke pihak kepolisian,” tambah Bambang.
Saat ini, kedua terduga pelaku masih menjalani pemeriksaan mendalam di oleh penyidik. Polisi juga tengah menelusuri kemungkinan keterlibatan keduanya dalam kejadian serupa di lokasi lain. (*)




















