Jombang, tagarjatim.id – Sekolah Dasar Negeri (SDN) Jabon 2 Jombang, hanya mendapat 2 siswa baru di tahun ajaran 2025. Padahal, pagu yang ditetapkan Dinas Pendidikan yakni 28 peserta didik baru. Ironisnya, SDN Jabon 2 ini berada di tengah perkotaan.
Penyebabnya karena kondisi sarana prasarana yang jauh dari kata memadai. Kondisi ruang kelas yang rusak dan nyaris ambruk jadi salah satu alasan wali murid enggan mendaftarkan anaknya.
Kepala SD Negeri Jabon 2, Wiji Utami mengatakan berbagai upaya telah dilakukan untuk menarik minat peserta didik baru di tahun ini, seperti mendatangi langsung rumah-rumah penduduk untuk mendaftarkan anaknya.
“Seperti tahun kemarin kita usaha dari rumah ke rumah kita gedor, ada 4 siswa yang mengisi formulir cuma sampai sekarang 2 formulir yang kembali yang dua ga tahu kendalanya apa,” ujarnya, Kamis (3/7/2025).
“Mungkin salah satunya infrastruktur seperti ini karena namanya wali murid anaknya pingin selamat itu pasti, saya juga gitu kalau anak saya mau saya daftarkan sekolah saya akan lihat walaupun negeri kalau sekolah mau ambruk saya ngga akan menyekolahkan anak saya disitu mending swasta yang menjamin anak saya ngga akan sakit,” tegas Wiji.
Minimnya jumlah siswa baru juga dirasakan di sekolah dasar pemerintah lainnya yakni SDN Jombatan 6. Meski berada di tengah perkotaan, namun tak menjamin siswanya banyak.
“Untuk saat ini karena jumlah TK (disekitar sekolah) yang peserta didiknya menurun kita ikut menurun jadi untuk tahun ini kita dapat 6 siswa,” terang Kepala SD Negeri Jombatan 6, Nur Salim pada sejumlah jurnalis.(*)




















