Kota Malang, tagarjatim.id – Cabang olahraga Shorinji Kempo resmi membuka rangkaian pertandingan dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur IX Tahun 2025.
Bertempat di GOR Pertamina Universitas Brawijaya (UB) Kota Malang, kompetisi ini diikuti oleh 177 atlet dari 17 kabupaten/kota se-Jawa Timur, didampingi 37 ofisial.
Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur, M. Nabil, secara langsung membuka pertandingan pada Kamis (26/6/2025). Kompetisi akan berlangsung selama empat hari, dari tanggal 26 hingga 29 Juni, mempertandingkan 22 nomor, terbagi dalam dua kategori utama: embu (jurus/kata) dan randori (tarung).
Dalam sambutannya, M. Nabil menekankan pentingnya ajang Porprov sebagai tempat pembinaan sekaligus pencetak prestasi unggulan.
“Saya punya harapan besar, ketika mereka berprestasi, akan menjadi atlet Puslatda, kemudian menjadi atlet Jatim dan Nasional. Sesuai moto kami, dari Jawa Timur untuk Indonesia menuju prestasi dunia,” ujar M. Nabil.
Ia juga menilai pembinaan olahraga di Jawa Timur berjalan dengan baik, termasuk pada cabor Shorinji Kempo.
“Saya benar-benar punya harapan besar akan hal ini, sehingga event olahraga ini bukan hanya meramaikan suasana, tapi juga melahirkan prestasi membanggakan,” tambahnya.
Tak hanya dari sisi olahraga, Nabil menyoroti dampak positif lain dari Porprov, yakni perputaran ekonomi di daerah tuan rumah.
“Porprov ini memberi efek peningkatan ekonomi. Ada sinergi antara olahraga dan ekonomi. Okupansi hotel naik, konsumsi meningkat, wisata bergairah, dan potensi UMKM juga terangkat,” tuturnya.
Sementara itu, Wartoyo, perwakilan dari Pengprov Perkemi Jawa Timur, menyampaikan bahwa seluruh pertandingan telah disiapkan dengan maksimal, mengacu pada standar nasional yang ditetapkan oleh Perkemi. Ia juga optimis terhadap peningkatan kualitas kompetisi kali ini.
“Perkembangan Kempo di Jawa Timur terus mengalami kemajuan dan makin merata. Hal ini akan meningkatkan level persaingan, sehingga juara yang muncul benar-benar berkualitas,” kata Wartoyo.
Ia menambahkan, nomor yang dipertandingkan mencakup embu berpasangan dan beregu, serta randori berbagai kelas, baik putra maupun putri.
“Kami juga terus memaksimalkan pembinaan usia dini. Diharapkan ke depan, Jatim semakin banyak melahirkan kenshi tangguh dari berbagai daerah,” imbuhnya.
Daerah-daerah dengan tradisi kuat di kempo seperti Surabaya, Kabupaten Malang, dan Sidoarjo diprediksi akan tampil dominan. Namun, kontingen lain juga datang dengan kekuatan penuh, menjanjikan pertandingan seru dan penuh kejutan di setiap matras.
Ajang ini menjadi ruang unjuk gigi bagi atlet muda, serta bagian penting dalam pemetaan potensi atlet menuju level nasional bahkan internasional.(*)




















