Penulis : Aming Naqsabandi
Kediri, tagarjatim.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kediri menilai kinerja Industri Jasa Keuangan di wilayah kerja OJK Kediri posisi Desember 2023 tumbuh stabil dengan menunjukkan kinerja positif didukung oleh likuiditas yang memadai dan permodalan yang kuat.
Pertumbuhan tersebut tidak hanya tercermin dari peningkatan kredit di sektor Perbankan, tetapi juga dari peningkatan penyaluran pembiayaan di Perusahaan Pembiayaan dan peningkatan jumlah Single Investor Identification (SID) di sektor pasar modal.
Kepala OJK Kediri – Bambang Supriyanto mengungkapkan data sektor perbankan menunjukkan pertumbuhan positif baik pada penyaluran kredit maupun penghimpunan dana.
“Kredit perbankan di wilayah OJK Kediri posisi Desember 2023 tumbuh 4,89 persen (yoy) menjadi sebesar Rp82,54 triliun yang didominasi oleh penyaluran kredit pada UMKM sebanyak 61,52 persen dari total kredit,” jelasnya Jumat (23/2/2024).
Ia menambahkan, kualitas kredit masih terjaga dengan rasio NPL gross sebesar 1,88 persen yang cenderung menurun dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Untuk penyaluran kredit dan/atau pembiayaan di wilayah kerja OJK Kediri, Bambang mengungkapkan masih didominasi kepada 3 (tiga) sektor ekonomi utama yaitu Perdagangan Besar dan Eceran sebesar 25,11 persen, Bukan Lapangan Usaha Rumah Tangga (kepemilikan rumah, kepemilikan flat atau apartemen, kepemilikan ruko atau rukan, kepemilikan kendaraan bermotor, dan kepemilikan peralatan rumah tangga) sebesar 21,79 persen, dan Industri Pengolahan sebesar 18,95 persen.
Adanya tren positif ini karena kegiatan edukasi, inklusi, dan pelindungan konsumen terus diperkuat melalui beragam kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan guna meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap industri jasa keuangan. (*)




















