Kabupaten Sidoarjo, tagarjatim.id – Warga Perumahan Gading Kirana, Desa Sidokepung, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo digemparkan dengan penemuan mayat seorang nenek di dalam rumah kontrakan, Minggu siang (22/6/2025). Korban diketahui bernama Handayani, 71 tahun, yang tinggal seorang diri.

Penemuan mayat di Buduran ini berawal dari kecurigaan warga sekitar yang sudah hampir seminggu tidak melihat aktivitas korban di luar rumah. Ketua RT 34/RW 1, Gunadi Marsidi, mengatakan bahwa korban dikenal sebagai sosok tertutup yang jarang keluar rumah.

“Sudah hampir seminggu tidak terlihat. Warga mulai curiga dan melapor ke pemilik rumah kontrakan,” ujarnya.

Pemilik rumah kontrakan kemudian menghubungi anak korban yang tinggal di Surabaya. Anak korban lantas meminta bantuan adiknya yang berada di Bali untuk menghubungi temannya di Sidoarjo agar memeriksa kondisi sang ibu.

Saat warga dan teman anak korban mencoba mengecek, pagar rumah dalam keadaan terkunci. Ketukan dan panggilan tidak mendapat respons. Salah satu dari mereka kemudian memanjat pagar dan mengintip dari jendela.

“Korban terlihat tergeletak di lantai kamar dalam kondisi terlentang hanya mengenakan celana dalam. Bau busuk juga tercium sangat menyengat,” terang Gunadi.

Setelah memastikan kondisi tersebut, warga langsung melapor ke pihak RT dan diteruskan ke Polsek Buduran. Petugas yang tiba di lokasi langsung melakukan pendobrakan pintu karena terkunci dari dalam. Korban ditemukan sudah meninggal dunia.

Jenazah nenek meninggal di rumah kontrakan itu kemudian dievakuasi ke RS Bhayangkara Pusdik Porong untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dari keterangan pihak keluarga, korban memiliki riwayat penyakit lambung dan tekanan darah tinggi.

Kapolsek Buduran Kompol Subadri membenarkan laporan penemuan jenazah lansia tersebut.

“Kami menerima laporan sekitar pukul 12.00 dan langsung menerjunkan tim ke lokasi untuk melakukan olah TKP,” jelasnya.

Menurutnya, hasil pemeriksaan luar tidak menemukan tanda-tanda kekerasan. Namun, pihak keluarga menolak dilakukan otopsi sehingga penyebab pasti kematian tidak bisa dipastikan secara medis.

“Tidak ada indikasi kekerasan. Jenazah sudah diserahkan ke keluarga untuk dimakamkan,” tandasnya. (*)

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H