Kota Blitar, tagarjatim.id – Sekitar 200 orang Pedagang Kaki Lima (PKL) di Kota Blitar, memprotes mahalnya biaya sewa stand, dalam acara Blitar Jadoel yang menjadi agenda rutin Pemkot Blitar saat menyambut bulan Bung Karno dan hari jadi Kota Blitar. Mereka menyebut, biaya sewa sebesar 3 juta rupiah per pedagang, meski acara ini diketahui telah dibiayai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp450 juta.

Koordinator PKL Kota Blitar, Andri, mengatakan sekitar 200 pedagang lokal yang biasa mangkal di seputar alun alun, tidak mendapatkan tempat berjualan yang strategis. Mereka harus membeli stand yang dijual dengan harga mencapai Rp 3 juta di dalam area Blitar Jadoel.

“Temen-temen tidak bisa berjualan, karena tidak mampu membayar Rp.3 juta, karena kita pedagang kecil kalau suruh bayar segitu kami tidak mampu,” kata Andri, koordinator PKL Kota Blitar kepada wartawan, Selasa (17/6/2025).

Andri menambahkan, para PKL semakin kecewa karena stand-stand di kawasan strategis, seperti sepanjang jalan depan Alun-Alun Kota Blitar, sudah lebih dulu dibeli para pedagang dari luar kota. Padahal, kawasan dimaksud notabene merupakan area parkir yang diubah menjadi lokasi jualan.

Kondisi semakin rumit ketika pedagang kecil, yang berjualan es teh, harus membeli stand dengan harga yang tidak masuk akal. Harga es teh hanya tiga ribu, sementara harga stand 3 juta rupiah. Beberapa PKL yang ketakutan tidak dapat tempat, juga terlanjur membeli stand meski harganya tak masuk diakal.

“Nasib teman-teman PKL ini masih menggantung belum ada hak tempat yang bisa ditempati, kita mau diperhatikan, mana tempat untuk kita,” imbuh Andri.

Sementara Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Blitar, Hakim Sisworo menggelar dialog dengan para PKL di lokasi Blitar Jadoel. Proses dialog sempat berjalan alot karena solusi yang ditawarkan oleh Hakim, dinilai masih belum sesuai dengan keinginan para pedagang. Beberapa kali pedagang meminta kebijakan penataan lapak mereka di jalur yang sesuai dengan keinginan. Dialog akhirnya mencair setelah kepala dinas, memberikan lokasi berjualan untuk para PKL di lokasi strategis.

“Ya kita atur di pepetkan ke arah sana, kanan dan kiri. Jadi gini ditata dulu, nanti jika tidak cukup, solusinya untuk yang tidak kebagian gimana kita tata lagi,” ujar Hakim Sisworo kepada para pedagang.

Acara Blitar Jadoel rencananya dibuka Rabu (18/6/2025) oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Sehari sebelum dibuka, dan bertepatan dengan kedatangan wapres, diwarnai dengan protes para PKL yang memperjuangkan hak mereka mendapat lapak. (*)

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H