Kota Batu, tagarjatim.id – Hari Raya Idul Adha bukan sekadar perayaan penyembelihan hewan kurban. Lebih dari itu, hari besar ini menjadi momen refleksi terhadap nilai pengorbanan, keikhlasan, dan solidaritas sosial.
Wali Kota Batu, Nurochman, menyerahkan secara langsung hewan kurban dalam rangka Idul Adha 1446 H di Masjid Jami’ Nurul Huda, Desa Sumberejo, Kecamatan Batu. Sapi jenis limosin berbobot 1.049 kilogram tersebut merupakan hasil ternak lokal dari Kota Batu.
“Idul Adha adalah momentum untuk meningkatkan ketakwaan dan kepedulian sosial. Kurban bukan sekadar ritual, tapi juga bentuk nyata keikhlasan dan ketulusan untuk berbagi dengan sesama,” ujar Nurochman yang akrab disapa Cak Nur.
Ia berharap semangat kurban dapat menjadi inspirasi dalam kehidupan sehari-hari umat Muslim.
“Teladani keteguhan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Jadikan Idul Adha sebagai sarana mempererat silaturahmi dan memperkuat persatuan,” imbuhnya.
Tak hanya menyerahkan hewan kurban dari pemerintah daerah, Cak Nur bersama Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto, juga menyerahkan sapi bantuan dari Presiden RI, Prabowo Subianto, ke Masjid Nurul Hidayah, Desa Pesanggrahan.
“Alhamdulillah, Kota Batu menjadi salah satu daerah yang mendapat bantuan kurban dari Presiden. Sapi jenis simmental ini berbobot 1.040 kilogram dan berusia 29 bulan,” jelasnya.
Sapi tersebut juga berasal dari peternak lokal di Dusun Dresel, Desa Oro-Oro Ombo. Pemilihan hewan kurban dari peternak lokal merupakan bentuk dukungan Presiden terhadap ekonomi rakyat.
“Ini adalah arahan langsung dari Presiden untuk memberdayakan peternak lokal. Kami hanya menyalurkan, dan memilih Pesanggrahan karena merupakan pusat pemerintahan Kota Batu,” ujar Cak Nur.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto, turut menyerahkan hewan kurban ke Masjid Al Falah, Desa Sumberbrantas, Kecamatan Bumiaji. Ia mengatakan bahwa kurban merupakan media pembelajaran spiritual sekaligus sosial.
“Tradisi ini mengajarkan kita untuk menahan sifat tamak dan egois, serta menumbuhkan empati terhadap sesama, terutama yang kurang beruntung,” tuturnya.
Heli berharap, semangat berbagi ini tidak hanya hadir saat Idul Adha, tetapi bisa menjadi budaya yang berlangsung sepanjang tahun.
“Dengan semangat gotong royong dan kepedulian tinggi, mari kita jadikan Kota Batu sebagai kota yang terus tumbuh dan menjadi contoh pembangunan inklusif dan berkelanjutan,” pungkasnya.(*)




















