Penulis : Yoga Kiswara
Malang, tagarjatim.com – Sejumlah warga di Kabupaten Malang, Jawa Timur, menggelar doa bersama untuk bangsa setelah pasangan calon Presiden dan calon Wakil Presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka unggul dalam hasil hitung cepat.
Doa bersama dan tasyakuran juga digelar Jamaah Yasinan di Desa Sanan Wetan, Kecamatan Turen dan Aula Rumah Haji Nawir di Desa Baran, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang.
Ustad Tohali, perwakilan dari warga mengatakan kegiatan ini digelar sebagai bentkuk syukur atas terlaksananya pemilu yang aman, tertib dan damai di Kabupaten Malang.
Kegiatan ini, akta dia, sekaligus sebagai pengharapan agar bangsa Indonesia ke depan lebih maju dan sejahtera.
Ustad Tohali menambahkan, tasyakuran digelar oleh warga Desa Sengguruh, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang di TPQ Nurul Huda.
“Acara syukuran kita awali dengan tahlilan selepas Isya di beberapa lokasi secara rutin. Setelah tahlil, baru kemudian warga bersama-sama menuju TPQ Nurul Huda. Yang hadir 50 orang warga, kebanyakan tokoh masyarakat, semuanya kita lakukan spontan karena Pemilu tahun ini berjalan aman dan lancar, sehingga patut kita syukuri bersama,” ujarnya, Jumat (16/2/2024).
Ustad Tohali menamabahkan, khusus di wilayah Desa Sengguruh Utara, hasil Pemilu Presiden 2024 pasangan Prabowo-Gibran menang mutlak hingga 70 persen suara.
“Kalau pencoblosan kemarin di TPS kami yang menang Probowo-Gibran, sampai 70 persen. Mudah mudahan di real count KPU nanti hasilnya juga sama,” ujar dia.
Dirinya juga mengimbau seluruh masyarakat untuk selalu menjaga persatuan dan kesatuan meski harus berbeda pilihan.
“Meski berbeda pilihan kita ini satu anak bangsa. Saatnya untuk bersatu membangun bangsa Indonesia. Melalui doa bersama, kami juga mengucapkan terimakasih kepada KPU, Bawaslu, TNI-Polri dan pihak manapun yang turut aktif atas terselenggaranya Pemilu yang berjalan aman dan tertib tahun ini,” kata dia.
Haji Nawir, warga lainnya menambahkan lebih dari 50 warga ikut berdoa bersama agar proses demokrasi memilih Presiden dan Wakil Presiden 14 Februari lalu, tetap mengedepankan kerukunan dan persatuan sesama anak bangsa.
“Mari kita jaga bersama persatuan dan kesatuan, jangan ada lagi saling permusuhan,” ucap Haji Nawir. (*)




















