Lamongan, tagarjatim.id – Banjir akibat luapan Sungai Bengawan Jero kembali merendam wilayah Lamongan, Jawa Timur. Hingga Sabtu (31/5/2025), air masih menggenangi akses jalan utama antar desa di Kecamatan Kalitengah dan merendam sedikitnya 1.000 hektare tambak milik warga.

Ketinggian air mencapai 30–40 sentimeter di jalan penghubung Desa Bojoasri, Kecamatan Kalitengah. Kondisi ini telah berlangsung lebih dari sepekan dan mengganggu aktivitas harian warga, termasuk pelajar yang terpaksa melewati genangan air untuk menuju sekolah.

Menurut Saikhu, warga setempat, banjir kali ini merupakan yang keempat kalinya terjadi sepanjang tahun 2025, dan menjadi yang terparah.

“Banjir seperti ini sering terjadi kalau Bengawan Jero meluap, biasanya surut beberapa hari. Tapi sekarang sudah empat kali dan tambak belum pernah benar-benar kering. Kami tidak tahu apakah ikan-ikan budidaya kami masih ada atau sudah hanyut semua,” keluhnya.

Genangan banjir membentang sekitar 200 meter di jalan utama desa yang merupakan satu-satunya akses keluar-masuk warga. Beberapa kendaraan bermotor dilaporkan mengalami kerusakan karena nekat menerobos genangan.

Tak hanya memutus akses jalan, banjir juga berdampak serius pada sektor pertambakan. Sedikitnya 1.000 hektare tambak budidaya ikan milik petani ikut terendam, mengakibatkan banyak ikan hanyut terbawa arus. Para petambak mengaku merugi dan tak bisa berbuat banyak.

Warga berharap Pemerintah Kabupaten Lamongan segera turun tangan memberikan solusi konkret, seperti peninggian badan jalan, agar akses transportasi tetap aman meski banjir melanda.

“Kalau jalan ditinggikan, setidaknya anak-anak bisa tetap sekolah dan kami bisa beraktivitas seperti biasa,” harap Saikhu.

Banjir luapan Bengawan Jero merupakan masalah musiman yang kerap melanda kawasan dataran rendah di Lamongan. Namun frekuensi dan dampaknya yang meningkat di tahun ini menjadi sinyal perlunya penanganan lebih serius dari pemerintah daerah.(*)

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H