Penulis : Dixs Fibrian
Blitar, tagarjatim.com – Sebanyak 56 orang KPPS serta petugas perlindungan masyarakat di Kabuapten Blitar, Jawa Timur, terpaksa mendapatkan perawatan tim medis. Mereka diduga karena kelelahan setelah bertugas dalam Pemilu 2024 dengan berbagai macam sakitnya. Satu KPPS mengalami keguguran dalam insiden itu.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar dr. Cristine Indrawati menjelaskan para petugas yang mendapatkan perawatan itu ada yang dirawat di puskesmas serta rumah sakit. Jumlah mereka terus bertambah. Hingga Kamis malam, jumlah petugas yang mengalami sakit hingga 56 orang.
“Data yang masuk rawat inap ada empat orang dan yang rawat jalan ada 50 orang. Ini di puskemas. Ada dua orang juga lainnya rawat jalan di rumah sakit,” jelasnya, Jumat (16/2/2024).
Pihaknya mengungkapkan para petugas itu menderita sakit berbagai macam misalnya karena vertigo, sakit perut, asam lambung atau Gastritis. Bahkan, ada juga petugas yang mengalami keguguran. Petugas tersebut tidak tahu dirinya hamil, dan tiba-tiba mengalami pendarahan saat bertugas.
Petugas itu kemudian dibawa ke puskesmas dan kemudian dirujuk ke rumah sakit untuk dilakukan kuret. Saat ini, petugas yang bersangkutan sudah dalam kondisi baik.
“Saat ini kondisinya sudah baik. Kemarin tiba-tiba pendarahan dan dibawa ke puskesmas. Akhirnya dirujuk ke rumah sakit,” ungkapnya.
Menurut Cristine, seluruh petugas sudah didaftarkan ke BPJS Kesehatan, sehingga ketika mereka mengalami sakit saat bertugas mendapatkan biaya perawatan kesehatan secara gratis.
Selain itu, sebelumnya dinas kesehatan juga sudah memberikan vitamin kepada petugas, sehingga bisa turut menjaga kesehatannya.
Di Kabupaten Blitar, KPU setempat sudah menetapkan daftar pemilih tetap yakni 956.873 orang dalam Pemilu 2024. Aspirasi politik mereka disampaikan di 4.553 tempat pemungutan suara (TPS). (*)




















