Banyuwangi, tagarjatim.id – Belasan rencana pengiriman narkoba yang melintasi Banyuwangi, berhasil digagalkan sepanjang bulan Mei 2025.

Dalam jumpa pers yang digelar pada Rabu (28/05/2025), Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polresta Banyuwangi, total ada 16 kasus peredaran narkoba dengan 17 tersangka yang berhasil diungkap.

Dari jumlah tersebut, berhasil disita barang bukti sebesar 2,4 kilogram sabu-sabu, 32,5 kg ganja dan 10 butir pil ekstasi.

Dalam perhitungan polisi, barang bukti tersebut diperkirakan di pasar gelap nilainya mencapai Rp 2 Miliar lebih. Diperkirakan, barang haram itu bisa digunakan oleh 20 ribu orang.

“Dari jumlah tersebut, ada satu kasus menonjol dengan dua tersangka yakni AS warga Kebondalem, Kecamatan Bangorejo Banyuwangi dan RM warga Desa Tempurejo, Kabupaten Jember,” ujar Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Rama Samtama Putra dalam jumpa pers.

Pengungkapan kasus itu bermula dari adanya informasi warga pada layanan wadul Kapolresta Banyuwangi yang kemudian ditindaklanjuti anggota Satreskoba Polresta Banyuwangi hingga akhirnya berhasil menangkap terduga pelaku AS pada 25 Mei 2025 jam 19.00 di kediamannya di Desa Kebondalem, Kecamatan Bangorejo.

Dari hasil penggeledahan petugas ditemukan 15 paket narkoba jenis sabu-sabu seberat 1,9 kg. Selanjutnya, dari hasil pemeriksaan dikembangkan mengarah pada tersangka lain di Kabupaten Jember.

Tim Satreskoba Polresta Banyuwangi lalu meluncur ke arah Jember dan berhasil mengamankan RM, warga Desa/Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember dan dilakukan penggedalahan ditemukan 100 paket sabu-sabu.

Polisi menyebut masih akan terus mengembangkan sindikat tersebut dengan memburu bandarnya.

“Petugas kami masih terus bergerak ke arah Bekasi dan Ragunan untuk mengungkap bandar narkoba. Karena dari hasil pemeriksaan, kedua tersangka mendapatkan narkoba dari wilayah Bekasi dan Ragunan Jakarta Selatan,” papar Rama.

Kedua tersangka mendapatkan narkoba jenis sabu-sabu tersebut dengan menjemput langsung ke Jakarta dan Bekasi untuk diedarkan di Banyuwangi dan sekitarnya.

“Potensi pemakai usia dewasa dan kalangan pekerja,” pungkas Rama. (*)

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H