Jember, tagarjatim.id – Pemerintah Kabupaten Jember menyatakan pembentukan Koperasi Desa atau Kelurahan (Kopdeskel) Merah Putih telah rampung dan sesuai target. Dari total 226 desa dan 22 kelurahan yang ada di Jember, seluruhnya saat ini telah terbentuk koperasi merah putih, sebagaimana instruksi Presiden Prabowo Subianto.
Saat ini, seluruh koperasi desa/kelurahan (kopdeskel) tersebut tinggal menunggu pengesahan dari pihak Kementerian Hukum (Kemenkum).
“Alhamdulillah, musdeskel atau musyawarah desa kelurahan untuk pembentukan koperasi merah putih telah 100 persen selesai dilakukan,” ujar Fawait pada Senin (26/05/2025).
Tahap selanjutnya, yakni proses legalitas di Kemenkum, yang ditargetkan rampung pada akhir bulan Mei. “Untuk selanjutnya sesuai dengan arahan presiden,” ujar kader Partai Gerindra ini.
Menurut Fawait, pembentukan koperasi merah putih ini diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dan kelurahan melalui ekonomi kerakyatan berbasis gotong royong, kekeluargaan, dan saling membantu.
Hal ini bertujuan untuk membangun ekonomi desa dengan memanfaatkan potensi lokal, meningkatkan nilai tambah produk lokal, memperkuat perekonomian, dan menciptakan lapangan kerja.
Dalam konteks Jember, bupati yang akrab disapa Gus Fawait ini berharap pembentukan Koperasi Merah Putih nantinya juga akan diperankan sebagai mitra Bulog dalam melakukan penyerapan gabah petani hingga ke desa-desa.
“Karena Bulog kan tidak bisa bekerja sendiri dan butuh dukungan berbagai pihak. Kehadiran koperasi tersebut akan membantu Bulog menyerap gabah secara optimal,” ujar pria asal Kecamatan Jombang ini.
Melalui kolaborasi yang apik dengan Bulog, Gus Fawait juga berharap Koperasi Merah Putih nantinya juga bisa membantu pengendalian Harga Eceran Tertinggi (HET) gabah.
“Ke depan akan terbentuk semacam unit-unit kecil pengumpul gabah yang berbadan hukum/ dan bisa menyerap hasil panen petani dengan harga sesuai ketentuan pemerintah,” pungkas Gus Fawait. (*)




















