Kabupaten Blitar, tagarjatim.id – Program sapi kurban bantuan masyarakat oleh Presiden Prabowo, banyak menyimpan cerita unik dan inspiratif untuk dikupas. Salah satunya, adalah sapi peranakan limousin, milik Mansur, peternak Desa Gadungan, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar.
Sapi bernama si jihad, dibeli tanpa ditawar meski harganya fantastis dan bisa jadi termahal di bandingkan sapi jumbo lainya di Jawa Timur. Ya harganya 125 juta rupiah, dengan spesifikasi berat 970 kg.
Mansur pun bercerita, awal kesepakatan pembelian sapi hasil inseminasi buatan, dengan benih limousin berusia 4 tahun ini. Lelaki 56 tahun ini, sebelumnya dihubungi oleh pihak Sekretariat Presiden setelah diusulkan seleksi oleh Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar.
Dalam wawancara singkat melalui video call, Mansur menawarkan si jihad dengan harga 125 juta rupiah. Pihak presiden sempat mengatakan akan menawar, namun tidak jadi setelah mendengar alasan peternak otodidak ini membandrol harga sapinya di atas rata rata.
“Pak mansur minta berapa? saya mintanya 125 juta, boleh ditawar? Saya jawab silahkan monggo, kemudian saya jawab lagi, saya tidak ambil uang ini sepeserpun, ini akan saya kasihkan ibu dan mertua saya untuk pergi haji. Alhamdulilah kalau begitu saya jadi Pak Mansur,” cerita Mansur kepada tagarjatim.id, soal tawar menawar harga sapi, saat ditemui di sela kesibukanya di kandang, Jumat (23/5/25).
Mansur menambahkan, dirinya saat itu juga tidak berharap lebih, karena kesepakatan harga itu, belum dituangkan dalam MoU di Surabaya beberapa pekan kemudian. Setelah waktunya tiba, Mansur awalnya diberitahu pihak DPP Kabupaten Blitar, jika kemungkinan harga yang jadi adalah maksimal di kisaran 100 juta rupiah. Setelah menerima kuitansi pembayaran, ternyata nilainya bulat dan utuh sesuai kesepakatan awal, dan hal itu langsung membuatnya menitikkan air mata syukur, bahwa doanya dikabulkan sang pencipta.
“Begitu saya disodori map, saya lihat angkanya tertera Rp 125 juta rupiah. Saya langsung menangis haru, alhamdulilah. Petugas dinas pun juga ikut terharu,” kenangnya saat menerima kesepakatan harga di Surabaya Kamis kemarin (22/5/25).
Mansur pun menceritakan, jika sejak lahir Ramadan 4 tahun silam, si jihad memang diperuntukan sebagai tabungan dengan niat menghajikan ibu dan ibu mertuanya. Doanya terkabul, dan yang lebih menggembirakan lagi harganya fantastis dan dibeli oleh orang nomor 1 di tanah air.
Mansur juga berulangkali mengucapkan terima lasih kepada Presiden Prabowo, pihak sekretariat presiden serta dinas peternakan dan perikanan Kabupaten Blitar. Karena amanah yang diterima tinggi, untuk merawat hingga hari H penyembelihan nanti, Mansur menjaga ekstra si jihad, baik pola makan, kebutuhan gizi dan kesehatan sapi jumbo ini. Sementara uang hasil pembayaran, telah digunakan untuk melunasi kekurangan biaya haji untuk ibu dan mertuanya.
Ibu dan mertua Mansur yang turut mendampinginya, terlihat bahagia dan tak hentinya mengucap syukur. Juwariyah, mertua Mansur juga menitikkan air mata bahagia sambil menunjukkan bukti pendaftaran dan pelunasan haji, dari hasil sapi kurban bantuan kemasyarakatan Presiden Prabowo ini.
“Ya saya senang, saya terharu, Alhamdulilah,” ucap singkat Juwariyah sambil mengusap air mata. (*)




















