Kota Surabaya, tagarjatim.id – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) kembali menunjukkan taringnya. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar di Kantor Pusat Bank Jatim, perseroan mencetak sejarah dengan laba bersih tertinggi di antara seluruh Bank Pembangunan Daerah (BPD) se-Indonesia. Dalam kesempatan tersebut jajaran pengurus baru turut diumumkan.

Laba bersih Bank Jatim tahun buku 2024 tercatat sebesar Rp1,281 triliun. Pencapaian ini mengukuhkan posisi Bank Jatim sebagai BPD dengan kinerja keuangan paling solid di tanah air.

“Menunjukkan kinerja operasional Bank Jatim tetap terjaga secara berkelanjutan sekaligus momentum melakukan evaluasi strategis untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas pertumbuhan ke depan,” jelas Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam keterangan tertulis, Jumat (23/5/2025).

RUPS juga menetapkan susunan direksi dan komisaris baru. Winardi Legowo dipercaya menahkodai sebagai Direktur Utama, didampingi Arief Wicaksono sebagai Wakil Direktur Utama. Posisi ini merupakan struktur baru yang dibentuk seiring bergulirnya proses pembentukan Kelompok Usaha Bank (KUB) dan telah mendapat restu OJK.

“Struktur baru tersebut karena terdapat proses Kelompok Usaha Bank (KUB) yang telah mendapat persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Selain itu, memenuhi kebutuhan internal dan mengkonsolidasikan terkait BPR se-Jatim,” ujar Khofifah.

Ia berharap formasi baru direksi dan komisaris dapat bekerja lebih solid dan produktif, memperkuat kiprah Bank Jatim sebagai lokomotif pertumbuhan ekonomi daerah. Terlebih, Jatim tengah mengusung visi besar sebagai “Gerbang Baru Nusantara”.

“Kita berharap tim bekerja solid dan produktif untuk bisa memberikan penguatan pada pertumbuhan ekonomi di Jatim dan kabupaten/kota mengingat jargon Gerbang Baru Nusantara bagian penting dalam penguat peran Bank Jatim hari ini dan yang akan datang,” tegasnya.

Khofifah menekankan, RUPS bukan sekadar forum pertanggungjawaban, tetapi menjadi tonggak arah strategis Bank Jatim ke depan.

“Saya menyambut baik arah besar Bank Jatim menuju Jatim Gerbang Baru Nusantara yang mana Jawa Timur menjadi pusat konektivitas dan integrasi ekonomi Indonesia Timur,” lanjutnya.

Ia menambahkan, Bank Jatim kini menjadi katalisator investasi, pembiayaan pelabuhan, sektor logistik, kawasan ekonomi khusus, hingga industri maritim unggulan.

“Bank Jatim bukan sekedar bank daerah, melainkan motor penggerak Jatim Gerbang Baru Nusantara, menuju Indonesia yang lebih terhubung, tangguh, dan tumbuh,” tandas Khofifah.

Pertumbuhan ekonomi Jatim tahun 2024 sendiri tetap positif di tengah tantangan global. Data BPS menunjukkan pertumbuhan mencapai 5,03 persen (yoy), lebih tinggi dibanding beberapa provinsi besar lainnya.

Dukungan pembiayaan dari Bank Jatim menjadi salah satu faktor penting. Selain itu, program seperti GASPOL UMKM dinilai efektif memperkuat sektor riil dan mendukung inklusi keuangan.

Dari sisi kinerja, total aset Bank Jatim tumbuh 13,76 persen menjadi Rp118,142 triliun. Dana pihak ketiga (DPK) naik menjadi Rp90,016 triliun, sementara penyaluran kredit (KYD) mencapai Rp75,353 triliun.

“Ini membuktikan bahwa Bank Jatim tetap tangguh, kompetitif, dan berorientasi pada pertumbuhan berkelanjutan,” imbuh Khofifah.

Direktur Utama terpilih, Winardi Legowo, menyampaikan komitmennya untuk membawa Bank Jatim semakin maju.

“Kami komitmen untuk memperbaiki apa yang sudah dirintis menjadi lebih baik,” ucapnya. (*)

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H