Kota Malang, tagarjatim.id – Forkopimda Kota Malang menggandeng organisasi masyarakat untuk menggelar deklarasi anti premanisme dan ormas bermasalah di Balaikota Malang, pada Jumat (23/5/2025).
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menerangkan bahwa deklarasi ini sebagai bukti komitmen bersama dalam menjaga keamanan dan ketertiban Kota Malang.
Dalam kesempatan yang sama, ia juga mengapresiasi langkah tegas yang telah dilakukan oleh Polresta Malang Kota dalam menangani premanisme beberapa waktu terakhir.
“Langkah konkret yang dilakukan oleh Polresta, dan kami sangat mengapresiasi itu. Selama 14 hari pada tanggal 1 sampai 14 Mei, sudah menangani 24 kasus dan 35 tersangka yang diungkap dan diproses hukum. Ini semua menjadi bagian dari upaya kita memberantas premanisme dan ormas-ormas yang meresahkan,” kata Wahyu dalam sambutannya, Jumat (23/5/2025).
Menurutnya, langkah ini juga menjadi tindak lanjut dari instruksi Menteri Dalam Negeri soal pembentukan Satgas Penanganan Premanisme.
Terlebih, menurutnya aksi premanisme sendiri bisa jadi penghambat masuknya investasi. Maka dari itu, Pemkot Malang dan jajaran keamanan bakal terus memperkuat pengawasan dan kolaborasi.
“Jika kondusifitas terus dijaga oleh Forkopimda dan organisasi masyarakat, investasi akan masuk dan diharapkan bertambah agar berdampak pada ekonomi masyarakat Kota Malang,” jelasnya.
Lebih lanjut, Wahyu mengungkapkan bahwa pada tahun 2024 lalu, capaian investasi di Kota Malang bahkan mampu melampaui target yang ditetapkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
“Kita mendapat penghargaan, terkait investasi dari Pemprov Jatim. Maka dari itu, mari kita bersama menjaga agar kondusifitas Kota Malang tetap aman, nyaman sehingga investor bisa masuk,” ungkapnya.
Terpisah, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Malang KH Ahmad Taufik Kusuma, menyambut baik deklarasi anti premanisme dan ormas bermasalah yang diselenggarakan oleh Forkopimda Kota Malang.
Sejauh ini, menurutnya kerukunan antar umat beragama menjadi gambaran bahwa Kota Malang dalam kondisi aman dan kondusif.
“Pada umumnya, insyaallah situasi yang kita rasakan, kita nikmati bersama sangat baik terutama dari kami Forkum kerukunan umat beragama dapat bersinergi, berkomunikasi dengan baik, ini tanda bahwa situasi yang penuh kedamaian itu ada di Kota Malang,” kata Ahmad Taufik. (*)




















